-- SMKPP N BANJARBARU MENGADAKAN PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR BAGI GURU (9 SD 10 OKTOBER 2017) --- NILAI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT SMKPP N BANJARBARU SEMESTER 1 TAHUN 2017: 82.22 % (SANGAT BAIK) --

Pencarian
Waktu saat ini
Agenda
21 October 2017
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Pelayanan
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Library SMK-PP N Banjarbaru
Link Terkait
WBS KEMENTAN RIKalender Tanam PertanianLPSE Kementerian PertanianKEMENDIKBUDKota BanjarbaruKalselProv

HPS Jadi Momentum Pentingnya Penyediaan Pangan yang Cukup dan Bergizi

Tanggal : 12-11-2013 13:12, dibaca 769 kali.
Sumber Berita : Sekretariat Jenderal
http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=1146&awal=0&page=&kunci=
 
Padang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya peringatan Hari Pangan Sedunia ke 33 Tahun 2013 sebagai momentum untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Hal ini dikatakan Presiden saat membuka peringatan Hari Pangan Sedunia ke 33 Tahun 2013 di Padang, Sumatera Barat pada Kamis (31/10/2013). 
 
Presiden mengatakan, sistem pangan dan kemandirian pangan yang kuat dapat dilakukan melalui optimalisasi sumber daya lokal sebagai pondasi utama dalam memperkuat kedaulatan bangsa dan negara di bidang pangan.
 
"Saat ini, hampir 870.000.000 orang di seluruh dunia menghadapi kekurangan gizi, antara lain akibat model pembangunan yang tidak berkelanjutan. Boleh dikata di dunia ini setiap 10  orang, satu orang di malam hari tidak bisa tidur nyenyak karena perutnya lapar," tegasnya.  
 
Untuk itu, Presiden berharap agar seluruh bangsa di dunia harus bekerja sama untuk meningkatkan kecukupan pangan secara global agar tidak ada lagi yang tidak bisa tidur di malam hari karena kelaparan.
 
Pada kesempatan tersebut Presiden juga menyerukan pembangunan yang merusak alam harus segera diakhiri. Sementara itu untuk mengatasi kekurangan gizi, selain melakukan perbaikan atau peningkatan upaya pada sektor pertanian, tidak kalah penting juga melalui intervensi di sektor terkait, seperti penanggulangan kemiskinan, pendidikan, penyediaan air bersih, dan lain-lain.
 
“Dalam penanganan masalah gizi, diperlukan komitmen yang sangat kuat, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pers dan media masa, maupun dunia usaha dan mitra-mitra pembantu lainnya. Syukur alhamdulilah, pada tanggal 16 Juni 2013 lalu, Indonesia menerima penghargaan dari FAO atas keberhasilan kita dalam mengurangi secara drastis angka kelaparan yang sejalan dengan  pencapaian Millenium Development Goals," jelasnya.
 
Terkait perbaikan gizi, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terintegrasi dalam Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 dalam percepatan perbaikan gizi masyarakat pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak janin dalam kandungan ibu hingga anak berusia dua tahun. "Saudara-saudara, saat ini sudah tiba saatnya kita mengubah konsumsi pangan secara bertahap dengan lebih meningkatakan asupan buah-buahan, sayuran, daging, dan ikan, dan mengurangi porsi beras sebagai sumber karbohidrat. Untuk itu Indonesia harus meningkatkan sumber perikanan, peternakan, dan peningkatan upaya diversifikasi pangan," jelas Presiden.
 
Sementara itu, FAO sebagai organisasi pangan dunia, pada sambutannya yang diwakili oleh Dr. Mustafa Amir, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas  keterlibatan yang sungguh-sungguh dan kepemilikan penuh atas hari perayaannya secara nasional.
 
Lebih lanjut, Dr. Mustafa mengatakan sistem pangan terdiri dari lingkungan, masyarakat, institusi dan proses produk pertanian mulai dari produksi, pengolahan dan transportasi hingga sampai ke konsumen juga tak kalah penting. “Ada tida aspek penting dalam sistem pangan yaitu pertama, Gizi yang baik tergantung pada diet yang sehat, Diet yang sehat memerlukan sistem pangan yang sehat bersama dengan faktor pendidikan, kesehatan, sanitasi dan faktor lainnya. Kemudian, sistem pangan yang sehat dapat terwujud dengan kebijakan insentif dan tata kelola yang tepat," jelasnya.
 
Sumber: Biro Umum dan Humas

CC: Humas SMK-PP N Banjarbaru (WD)



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : asSluyf -  [vattenkvinnan@emailslikesnails.bid]  Tanggal : 22/06/2016
<a href=http://buy-ampicillin.top/>ampicillin</a> <a href=http://trazodone.click/>trazodone</a> <a href=http://buy-rimonabant.party/>rimonabant</a> <a href=http://allipills.nu/>alli drug</a> <a href=http://albuterol.link/>albuterol</a> <a href=http://buy-sildenafil.science/>buy sildenafil citrate online</a>


   Kembali ke Atas