-- SELAMAT HARI KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KORPRI) KE-46 (29 NOVEMBER 1971-2017) --- SMKPP N BANJARBARU MENGUCAPKAN SELAMAT MELAKSANAKAN UJIAN SEMESTER GANJIL BAGI SISWA TP. 2017/2018 --

Pencarian
Waktu saat ini
Agenda
12 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Pelayanan
Informasi Publik
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
Menu DownloadCBT E-LearningE Rapor OnlineE-Library SMK-PP N BanjarbaruE-PersonalInfografis

Mentan Minta Jajarannya Tetap Semangat Wujudkan Kemandirian Pangan

Tanggal : 15-08-2013 10:45, dibaca 705 kali.

Sumber Berita : Sekretariat Jenderal

Jakarta – Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA menggelar acara Halal Bihalal di Auditorium Gedung F Kementan, Ragunan, Jakarta pada hari pertama masuk kerja (Senin, 12/8/2013). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan dan seluruh pegawai lingkup Kementerian Pertanian.  
 
Dalam sambutannya, Mentan meminta maaf kepada seluruh pegawai apabila ada kesalahan selama memimpin Kementerian Pertanian. Selain itu, Mentan juga mengapresiasi kinerja PNS lingkup Kementan yang telah bekerja dengan maksimal. “Pertama – tama saya minta maaf jika selama memimpin ada kesalahan dan kekhilafan dan saya juga berterima kasih kepada seluruh pegawai pertanian baik di pusat maupun di daerah yang telah bekerja dengan sebaik – baiknya,” katanya.
 
Mentan mengatakan, tugas dan pekerjaan sebagai pegawai Kementerian Pertanian merupakan pekerjaan yang mulia karena niat yang dicita – citakan para pegawainya adalah mencapai Indonesia yang makmur dan sejahtera melalui kemandirian pangan.
 
“Jika Indonesia terganggu pangannya, maka seluruh masyarakat Indonesia yang tersebar di ribuan pulau pasti kacau, politik kacau dan masyarakat menjadi susah. Sementara itu, dengan terus mengupayakan kemandirian pangan, apalagi nantinya bisa membuat kesejahteraan petani kita meningkat, maka kenikmatan itu pasti ada nilainya di sisi Allah, maka itu akan mengantarkan pegawai yang biasa saja insyaallah bisa masuk surga,” kata Metan. 
 
Lebih lanjut Mentan mengingatkan pentingnya ketahanan pangan bagi Indonesia. Meskipun diakui saat ini petani di Indonesia masih banyak yang miskin secara struktural karena kepemilikan lahannya yang sempit sehingga sulit sejahtera. Bahkan, sebagian petani tersebut masuk kategori kelompok duafa atau ekonominya lemah karena masih menjadi penerima raskin (beras untuk rakyat miskin). “Rata-rata kepemilikan lahan petani Indonesia sempit yakni tidak lebih dari 0,3 hektar per orang maka akan sulit bagi petani di Indonesia untuk sejahtera,” katanya. 
 
Masalah lain yang dihadapi para petani Indonesia adalah maraknya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.  Mentan mencontohkan saat dirinya pulang kampung ke Tegal, Jawa Tengah ia melihat banyak lahan yang dahulunya sawah sekarang menjadi lokasi perumahan. "Kemarin saya pulang ke Tegal naik kereta api, dulu saya sering naik kereta api saat mahasiswa, daerah-daerah yang dulunya hamparan sawah hijau sekarang tiap spot-spot ada perumahan," ungkapnya.
 
Mentan menambahkan, selain tantangan lahan yang makin sempit, perubahan iklim yang makin tidak tentu dan terus berubah-ubah juga dapat menurunkan produktivitas pertanian Indonesia. Untuk itu, Mentan menekankan salah satu tugas Kementerian yaitu meningkatkan produkstivitas pertanian dengan melakukan terobosan di tengah lahan yang sempit.
 
"Di tengah tantangan-tantangan itu kita pegawai Kementerian Pertanian, para peneliti di Pertanian bisa mengembangkan potensi walau kecil dengan cara bekerja sungguh-sungguh, ciptakan teknologi yang bisa mendukung peningkatan produksi," tegas Mentan.
 
(W.Darmawan)
Sumber: Biro Umum dan Humas
Sumber Website: http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=1134


Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas