-- SMKPP N BANJARBARU HARI INI (SELASA, 12/12/2017) AKAN MENGADAKAN PUBLIC HEARING TENTANG PELAYANAN PUBLIK --- SMKPP N BANJARBARU MENGUCAPKAN SELAMAT MELAKSANAKAN UJIAN SEMESTER GANJIL BAGI SISWA TP. 2017/2018 --

Pencarian
Waktu saat ini
Agenda
12 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Pelayanan
Informasi Publik
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
Menu DownloadCBT E-LearningE Rapor OnlineE-Library SMK-PP N BanjarbaruE-PersonalInfografis

Mentan: Budayakan Konsumsi Pangan Beragam Untuk Wujudkan Kemandirian Pangan

Tanggal : 12-11-2013 13:11, dibaca 732 kali.
Sumber Berita : Sekretariat Jenderal
http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=1147
 
Padang - Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA menutup secara resmi peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 33 Tahun 2013 di Padang Sumatera Barat  pada Minggu ( 3/11/2013).
 
Mentan mengatakan, peringatan HPS ke 33 ini sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh presi­den SBY sekaligus dilaksanakan pula ra­pat kabinet ter­batas yang di­per­­luas dimana hal itu tidak pernah terjadi dalam sejarah peringatan HPS sebelumnya.  "Dalam se­ja­­rah peri­ngatan HPS sebe­lum­nya, hal itu tidak pernah terjadi. Jadi bisa dikatakan bahwa itu bentuk apre­siasi terhadap Sumatera Ba­rat," jelasnya.
 
Terkait dengan tema kegiatan, Mentan berharap agar Indonesia mampu meningkatkan pem­ba­ngunan dan kemandirian pangan melalui pola konsumsi pangan beragam atau yang dikenal sebagai diver­si­fikasi pangan. Hal ini karena setiap daerah me­miliki pangan lokal dimana dengan pemenuhan pangan lokal bera­gam tersebut, Indonesia tidak akan kekurangan pangan.
 
”Hendaknya konsumi pangan beragam ini dapat dija­dikan budaya. Untuk itu, pejabat daerah di­minta untuk terus mengg­iat­kan sosialisasi mulai dari diri sen­diri untuk mengkam­panye­kan agar pangan pokok terse­but bukan hanya beras. Jadi, diversifikasi pa­ngan ti­dak hanya dari beras ke non-be­ras tetapi juga dengan meningkatkan konsumsi ter­hadap buah, sayur, serta protein hewani," tegasnya.
 
Dengan kegiatan HPS ini, Mentan juga berharap agar petani lokal menjadi sejahtera dan swasembada pangan terpenuhi. Hingga saat ini, lahan yang tersedia untuk meningkatkan produksi pangan masih cukup banyak terutama untuk lima bahan pokok. Misalnya saja, lahan di Kalimantan Timur yang tersedia cukup luas dimana sekitar 155 ribu ha lahan transmigrasi direncanakan akan ditanami kedelai.
 
 
“Selain lahan untuk tanaman 5 komoditas, kita juga punya potensi lahan pekarangan sekitar 10 juta ha yang bisa dimanfaatkan. Perlu diketahui, jika kita manfaatkan lahan pekarangan ini maka pengeluaran keluarga bisa dihemat antara Rp 150 ribu hingga Rp 800 ribu/ per bulan,” katanya.
 
Lebih lanjut Mentan mengatakan, kemandirian pangan dapat disediakan secara baik oleh oleh petani. Untuk itu, petani yang sudah menyediakan kebutuhan pangan untuk masyarakat luas ini harus disejahterakan. Sebagai contoh di daerah Bantul, pemerintahnya menyediakan dana Rp5 miliar yang akan digunakan untuk membeli cabai dan bawang petani ketika harga jual jatuh.
 
“Kepada Bupati dan Walikota kita minta turun tangan untuk membantu petani, terutama kepada Dinas Perdagangan, diharapkan bisa membantu petani. Kita tentu sangat menyayangkan dimana 60 persen penerima raskin adalah petani. Petani ini pun sudah menyumbangkan tenaga dan pikiran mereka untuk kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Ironis sekali apa yang terjadi saat ini,” terangnya.
 
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, adanya permintaan Menteri Pertanian ini akan dibicarakan lagi. Sementara untuk kegiatan pemenuhan produksi lima kebutuhan pokok, menurutnya hanya tiga bahan pokok yang bisa diusahakan. Yaitu, beras, daging, dan jagung. Sementara untuk kedelai dan tebu, ini belum bisa diterapkan karena kondisi tanah yang belum cocok ditanami tumbuhan ini.
 
Terkait swasembada beras, Gubernur mengatakan, Sumbar termasuk daerah yang membantu surplus swasembada beras. Dari 12 provinsi, Sumbar diminta memberikan sebanyak 10 juta ton. Saat ini baru terpenuhi 698 ribu ton. Di tahun 2014 diharapkan bisa mencapai 826 ribu ton.
 
Sumber: Biro Umum dan Humas
CC: Humas SMK-PP N Banjarbaru (W.D)


Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : asSlahmqv -  [marcellusy@freechatemails.bid]  Tanggal : 26/06/2016
<a href=http://buy-benicar.ru/>buy benicar</a> <a href=http://buy-azithromycin.top/>buy azithromycin</a> <a href=http://buy-stromectol.accountant/>stromectol</a> <a href=http://buy-viagra-soft.science/>buy viagra soft</a> <a href=http://buy-abilify.date/>abilify</a> <a href=http://buy-propranolol.party/>propranolol</a> <a href=http://sildalis.download/>sildalis</a>


   Kembali ke Atas