-- SMKPP N BANJARBARU MENGADAKAN PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR BAGI GURU (9 SD 10 OKTOBER 2017) --- NILAI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT SMKPP N BANJARBARU SEMESTER 1 TAHUN 2017: 82.22 % (SANGAT BAIK) --

Pencarian
Waktu saat ini
Agenda
19 October 2017
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Pelayanan
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Library SMK-PP N Banjarbaru
Link Terkait
WBS KEMENTAN RIKalender Tanam PertanianLPSE Kementerian PertanianKEMENDIKBUDKota BanjarbaruKalselProv

Mentan: KRPL Penting Bagi Pemenuhan Gizi dan Tambahan Pendapatan Keluarga

Tanggal : 03-12-2013 12:43, dibaca 1777 kali.

Sumber Berita : Sekretariat Jenderal

Pekalongan – Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono MMA menekankan pentingya program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bagi ketersediaan pangan Indonesia terutama bagi pemenuhan gizi, pengurangan biaya belanja harian serta sumber pendapatan keluarga. Demikian dikatakan Mentan saat menjadi pembicara pada Seminar "Strategi Pembangunan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)" di Pekalongan (23/11/2013).
Mentan mengatakan, hingga tahun 2013 telah lebih dari 11 000 desa dari seluruh kabupaten/ kota di 33 provinsi di Indonesia yang mendapatkan bantuan untuk pemanfaatan pekarangan melalui program KRPL. Mengingat pentingnya program ini, Mentan secara khusus meminta agar bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya untuk mengembangkan usaha pekarangan, yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan gizi keluarga. "Pengalaman di beberapa daerah apabila KRPL ini dikelola dengan baik, tidak hanya mampu mengurangi belanja dan menambah gizi keluarga saja tetapi juga dapat memberi tambahan sumber pendapatan keluarga yang menguntungkan," jelas Mentan
Lebih lanjut dijelaskan Mentan, program KRPL di beberapa daerah telah terbukti dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rumah tangga. Oleh karena itu, dengan pendanaan yang sangat terbatas di tingkat pusat, ia menghimbau kepada para Kepala Daerah untuk dapat mengalokasikan pendanaannya demi kesuksesan program KRPL ini. “Saya kira kita sangat sepakat bahwa kecukupan pangan dengan  mutu yang layak, aman dikonsumsi, mudah diperoleh dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat adalah suatu keharusan yang menjadi tanggung jawab kita bersama, karena kondisi tersebut sangat menentukan kualitas sumber daya manusia kita ke depan, yang merupakan pilar paling penting di dalam pembangunan bangsa," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Mentan menggambarkan kondisi pertanian di beberapa negara maju dimana sekarang ini telah dikembangkan home/ roof gaden dengan menanam komoditas pangan. Hal ini disebabkan selain tingkat kesadaran yang tinggi mengenai pangan yang sehat, masyarakat di negara maju tersebut juga memiliki ketidakpercayaan terhadap keamanan pangan yang beredar di pasar dan juga sebagai antisipasi terjadinya krisis pangan ke depan.
“Kita yang dikaruniai iklim tropis dan bisa menanam sepanjang tahun wajib mensyukurinya yaitu dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan secara berkelanjutan termasuk lahan tidur, galengan maupun tanah kosong yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, janganlah ragu untuk menanam tanaman pangan di pekarangan rumah walaupun sempit masih dapat disiasati dengan teknologi sederhana seperti vertikultur," tukas Mentan.
Meskipun pelaksanaan program KRPL sudah dilakukan seJak lama namun  Mentan mengakui bahwa masih ada beberapa hambatan dan tantangan yang dialami yaitu kurangnya kesadaran dan budaya masyarakat untuk mencintai tanaman, terbatasnya pengetahuan masyarakat awam tentang budidaya tanaman yang baik, masih terbatasnya ketersediaan bibit/ benih secara berkelanjutan serta perlunya pemberdayaan kelompok dalam mengelola KRPL.
Oleh karena itu Mentan menegaskan perlunya sosialisasi dan pendampingan yang terus menerus dari seluruh aparat yang terkait. Dalam hal ini perlu dibangun sistem penyediaan bibit/ benih sampai ke tingkat rumah tangga secara berkelanjutan. Oleh karena itu, saya minta BPTP yang memiliki tugas untuk membantu pembangunan pertanian di wilayahnya, untuk dapat mengawal program ini, terutama dari asepk teknologi dan perbenihannya.
"Mengingat jumlah penyuluh yang sangat terbatas saat ini, saya himbau kepada  masyarakat agar menjadi penyuluh swadaya untuk program KRPL ini," kata Mentan.


 Sumber: Biro Umum dan Humas
cc: Humas SMK-PP N Banjarbaru (W.Darmawan)

Sumber: http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=1152&awal=0&page=&kunci=




Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas