Berita
GANDENG KPK SOSIALISASIKAN GRATIFIKASI & PENGUATAN BUDAYA KERJA 2026
Tanggal : 08/27/2026, 14:38:23, dibaca 120 kali.
BANJARBARU, - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru terus berusaha memberikan pemahaman dan kesadaran mengenai gratifikasi, pencegahan korupsi, serta pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan satuan Pendidikan.
Maka, sekolah mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan "Sosialisasi Gratifikasi dan Penguatan Budaya Integritas di Lingkungan Satuan Pendidikan" di SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kamis, (27/08/2026).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan korupsi dan penguatan integritas adalah bagian penting reformasi birokrasi di Kementerian Pertanian (Kementan). Amran menekankan bahwa unit pendidikan vokasi harus menjadi contoh budaya kerja bersih, profesional, dan akuntabel.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menegaskan pentingnya karakter dan integritas sebagai fondasi SDM pertanian. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi harus melahirkan generasi muda yang kompeten, beretika, disiplin, dan bebas perilaku koruptif.
Ia menambahkan bahwa langkah pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan melalui pembiasaan perilaku jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Arsanti mendorong seluruh pendidikan vokasi di bawah BPPSDMP memperkuat tata kelola dan akuntabilitas agar setiap proses berjalan sesuai regulasi.
Bertempat di Aula kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru kegiatan Bersama KPK RI ini diikuti Kepala Sekolah, Kasubag Tata Usaha, beserta pegawai dan siswa kelas X TA. 2026/2027.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, di kesempatan ini menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini semoga dapat memberikan inspirasi, pengetahuan dan lebih aware lagi terhadap yang namanya gratifikasi dan korupsi di SMK-PP Negeri Banjarbaru”, Ujarnya.
“Mudah-mudahan kami sebagai lembaga dan individu, dapat diaplikasi di kehidupan sehari-hari. Selain itu kami harap, kita dapat memahami bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kolektif masyarakat dan lembaga Pendidikan”, Pungkas Angga.
Tim manajemen SMK-PP Negeri Banjarbaru kali ini mengundang Sugiarto selaku Kasatgas Sertifikasi dan Pemberdayaan, Dit. Diklat Aksi KPK. Adapun materi yaitu “Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi dan Gratifikasi”.
Sugiarto di momen ini memberikan topik materi diantaranya berupa Penguatan Integritas Dan Antikorupsi, Sekilas KPK, Mengenal Korupsi, serta Pelajar dan Antikorupsi.
Selain itu, Ia menjelaskan terkait jenis tindak pidana korupsi, strategi pencegahan di lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Narasumber menekankan tindakan sederhana seperti menolak gratifikasi, menghindari konflik kepentingan, dan bekerja sesuai prosedur sebagai bagian dari gerakan antikorupsi.
Sekolah berharap melalui kegiatan ini, seluruh sivitas akademika menjadi agen perubahan yang membawa nilai integritas tidak hanya di kampus tetapi juga di masyarakat. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis memperkuat lingkungan pendidikan yang bersih, profesional, dan bebas korupsi.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kembali ke Atas
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas





Total Hits
Hari ini
Member Online