Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
-- Selamat Datang di Website Resmi SMK-PP Negeri Banjarbaru -- Jam Pelayanan Senin sd Kamis jam 08.00 sd 15.30 Wita (Istirahat: 12.30 sd 13.30), Jumat 08.00 sd 16.30 wita (Istirahat: 11.30 sd 14.00) -- Selamat Datang Siswa Baru SMK-PP Negeri Banjarbaru TP. 2025/2026 -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
Sopan
PPDB TP. 2025/2026
PPID SMKPPN Banjarbaru
Layanan & Perizinan Kementan
Dokumentasi & Informasi HukumPerpustakaan KementanPengaduan Bagi MasyarakatLayanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanPerizinan Kementan
Jurusan & Lainnya
Statistik

Total Hits : 2448403
Pengunjung : 656455
Hari ini : 1984
Hits hari ini : 4650
Member Online : 14
IP : 18.97.14.85
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Media Sosial Kami ::

   
No Pelayanan Publik
081522524250 (Khusus WA)

Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat

IMPLEMENTASI KURIKULUM ANTI KORUPSI BAGI SISWA X BERSAMA KPK

Tanggal : 08/28/2026, 15:29:10, dibaca 118 kali.

BANJARBARU, - Demi membekali tenaga pendidik, kependidikan dengan pemahaman mengenai bahaya korupsi dan gratifikasi, serta mengimplementasi Kurikulum Anti Korupsi Bagi siswa di SMK-PP Negeri Banjarbaru, kali ini sekolah mengandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),


Kamis (27/8/2026), kegiatan berlangsung di Aula SMK-PP Negeri Banjarbaru, dengan tema ”Sosialisasi Gratifikasi dan Penguatan Budaya Integritas di Lingkungan Satuan Pendidikan”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali tenaga pendidik, pegawai, dan siswa dengan pemahaman mengenai bahaya korupsi.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan korupsi dan penguatan integritas merupakan bagian penting dalam agenda reformasi birokrasi di Kementerian Pertanian (Kementan).


Menurutnya, unit pendidikan vokasi harus mampu menjadi contoh dalam menerapkan budaya kerja yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel.


Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pembangunan karakter dan integritas merupakan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian masa depan. 


“Lembaga pendidikan vokasi tidak hanya bertugas membentuk SDM yang kompeten, tetapi juga harus melahirkan generasi yang beretika, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen untuk menjauhi perilaku koruptif,” ujarnya.


Menurut Arsanti, upaya pencegahan korupsi perlu ditanamkan sejak dari lingkungan pendidikan melalui pembiasaan perilaku jujur, transparan, disiplin, dan bertanggung jawab.


Ia juga mendorong seluruh satuan pendidikan vokasi di bawah BPPSDMP untuk terus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas sehingga setiap proses penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan dan regulasi.


Sosialisasi tersebut diikuti oleh Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kasubbag Tata Usaha, pegawai, serta siswa kelas X Tahun Akademik 2026/2027. 


Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, mengatakan kegiatan bersama KPK menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai gratifikasi dan korupsi.


“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan sehingga seluruh warga SMK-PP Negeri Banjarbaru semakin memahami dan lebih peduli terhadap gratifikasi maupun korupsi. Kegiatan ini juga sebagai implementasi Kurikulum Anti Korupsi Bagi Siswa X,” ujarnya.


Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam kegiatan tersebut, SMK-PP Negeri Banjarbaru menghadirkan Sugiarto, Kasatgas Sertifikasi dan Pemberdayaan Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Aksi KPK, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi dan Gratifikasi.


Sugiarto memberikan pemahaman mengenai penguatan integritas dan antikorupsi, tugas dan peran KPK, pengenalan tindak pidana korupsi, hingga peran pelajar dalam membangun budaya antikorupsi. 


Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis tindak pidana korupsi, strategi pencegahan korupsi di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas.


Dalam pemaparannya, Sugiarto menekankan bahwa gerakan antikorupsi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Di antaranya berani menolak gratifikasi, menghindari konflik kepentingan, bersikap jujur, serta menjalankan tugas sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.


Selain itu, Ia menjelaskan terkait jenis tindak pidana korupsi, strategi pencegahan di lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Narasumber menekankan tindakan sederhana seperti menolak gratifikasi, menghindari konflik kepentingan, dan bekerja sesuai prosedur sebagai bagian dari gerakan antikorupsi.


Sekolah berharap siswa dapat menanamkan nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian pada diri siswa. Mengurangi budaya negatif di lingkungan sekolah seperti mencontek, membolos, atau tidak jujur dalam mengerjakan tugas. 


Melatih siswa agar peka dan mampu bern kritis terhadap potensi tindakan curang di sekitarnya. Menjadikan sekolah sebagai laboratorium sosial yang menjunjung tinggi transparansi dan keadilan. 


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas