Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
-- Selamat Datang di Website Resmi SMK-PP Negeri Banjarbaru -- Jam Pelayanan Senin sd Kamis jam 08.00 sd 15.30 Wita (Istirahat: 12.30 sd 13.30), Jumat 08.00 sd 16.30 wita (Istirahat: 11.30 sd 14.00) -- Selamat Datang Siswa Baru SMK-PP Negeri Banjarbaru TP. 2025/2026 -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
Sopan
PPDB TP. 2025/2026
PPID SMKPPN Banjarbaru
Layanan & Perizinan Kementan
Dokumentasi & Informasi HukumPerpustakaan KementanPengaduan Bagi MasyarakatLayanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanPerizinan Kementan
Jurusan & Lainnya
Statistik

Total Hits : 2448608
Pengunjung : 656469
Hari ini : 1998
Hits hari ini : 4855
Member Online : 14
IP : 18.97.14.85
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Media Sosial Kami ::

   
No Pelayanan Publik
081522524250 (Khusus WA)

Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat

PRESIDEN PERINTAHKAN KIRIM POMPA, 200 UNIT DIKERAHKAN UNTUK TANGANI KARHUTLA

Tanggal : 08/31/2026, 20:03:33, dibaca 109 kali.

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Kementan mengirim 200 unit pompa air ke empat provinsi di Kalimantan untuk mendukung upaya pemadaman.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan arahan Presiden Prabowo disampaikan pada malam hari dan langsung ditindaklanjuti Kementan pada keesokan harinya. Pompa dikirim masing-masing sebanyak 50 unit ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

“Yang terpenting adalah Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Malam magrib kami ditelepon beliau, besoknya pompanya sudah dikirim,” ujar Mentan Amran saat dimintai keterangan wartawan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Mentan Amran menegaskan, pengerahan pompa tersebut merupakan bentuk dukungan cepat pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya dalam kebutuhan pemadaman.

Menurut Mentan Amran, pompa yang dikerahkan tidak hanya memiliki fungsi darurat untuk membantu pemadaman. Setelah penanganan karhutla selesai, peralatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan, termasuk kebutuhan irigasi.

“Iya, pemadaman. Dan juga bisa difungsikan itu nanti setelah insyaallah untuk pemadaman, itu bisa difungsikan juga pekebun dan petani untuk irigasi,” ujar Mentan Amran.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Kementan belum menerima laporan mengenai adanya lahan pertanian yang terdampak langsung karhutla di wilayah tersebut. Meski demikian, Kementan tetap melakukan pengecekan dan menyiapkan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendatangi lokasi kebakaran di sejumlah wilayah seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Salah satunya mengerahkan mesin pompa untuk mengoptimalkan pemadaman. Selain itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menangani karhutla, mulai dari penyiraman melalui helikopter dengan metode water bombing, optimalisasi pemadaman darat untuk titik-titik api yang sulit dijangkau, peningkatan operasi modifikasi cuaca, serta sinergi berbagai pihak.

Adapun pengerahan pompa menjadi bagian dari dukungan Kementan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan. Dengan pengerahan peralatan secara cepat, pemerintah memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera diperkuat sekaligus menjaga agar sarana yang dikerahkan tetap memiliki manfaat bagi sektor pertanian setelah kondisi kembali normal.

Sumber Humas BPPSDMP, Kementan



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas