-- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU --- SELAMAT HARI PANGAN SEDUNIA (16 OKTOBER 2018) --- MARI DUKUNG & SUKSESKAN HARI PANGAN SEDUNIA DI KALIMANTAN SELATAN (18 SD 21 OKTOBER 2018) --- -

19 SISWA KELAS XII APKJ, SIAP MENJADI PELAKSANA PRODUKSI BENIH

Tanggal : 03/09/2018, 10:07:51, dibaca 251 kali.

Banjarbaru, (9/3/2018) – Uji sertifikasi profesi pelaksana produksi benih bagi siswa kelas XII Agribisnis Pembenihan dan Kultur Jaringan SMKPP Negeri Banjarbaru Tahun Pelajaran 2017/2018 telah selesai dilaksanakan. Uji sertifikasi profesi ini diikuti oleh 19 siswa Agribisnis Pembenihan dan Kultur Jaringan (APKJ).


Ujian yang dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 28 Februari sd 3 Maret 2018 ini, berjalan dengan lancar dan diikuti oleh semua peserta uji sertifikasi sampai selesai. Para siswa ini di uji oleh para asesor dari Lembaga Sertifikasi Pertanian (LSP) Kementerian Pertanian, yang tentunya sudah lulus menjadi asesor khususnya di bidang Produksi benih.


Para asesor ini menilai para siswa berdasarkan standar penilaian yang ada khususnya untuk profesi pelaksana produksi benih. Nantinya siswa akan di nilai apakah mereka kompeten atau tidak kompeten dan diumumkan pada saat penutupan


Pada penutupan, tanggal 3 Maret 2018  tersebut, di umumkan para siswa kelas XII APKJ SMKPP Negeri Banjarbaru, dinyatakan kompeten menjadi pelaksana produksi benih oleh salah satu asesor LSP Kementan, Bapak Marwoto.


"Alhamdulillah, 95 orang siswa kami nyatakan semuanya kompeten, dan nanti akan segera menerima sertifikat profesi masing-masing." kata salah satu Asesor, Bapak Marwoto.


Pada penutupan tersebut Bapak Gatut Nuryanto menyampaikan bahwa, “Nantinya sertifikat  ini akan dibawa ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) oleh tim LSP Kementan dan sertifikat  ini berlaku Nasional, sehingga siswa memiliki sertifikat yang diakui nasional dan dapat digunakan untuk bekal untuk bekerja”.


Bapak Abdul Wahid, selaku Ketua Kompetensi Keahlian Agribisnis Pembenihan dan Kultur Jaringan SMKPP Negeri Banjarbaru menyampaikan, “Tujuan pelaksanaan ujian ini supaya Siswa benar-benar kompetensinya teruji produksi benih, dalam hal ini untuk produksi benih yang kita lakukan ialah tanaman kedelai”, Katanya.


Urutan aspek-aspek yang dinilai pada ujian ini, diantaranya: Menyusun kebutuhan benih, merencanakan produksi benih, menerapkan teknik penanaman, mengelola pertamanan, melakukan panen, melakukan pengolahn calon benih, melakukan penanganan benih, menyiapkan pengujian dan terakhir melakukan pengujian.


Menambahkan diatas Ketua Kompetensi Keahlian APKJ mengharapkan, “Siswa ini mendapatkan sertifikat yang di akui secara nasional dan bahkan internasional  yang benar-benar siswa ini teruji yang dibuktikan dengan sertifikat yang nantinya bisa digunakan sebagai tenaga kerja di Dunia Usaha dan Industri yang sudah tersertifikasi dan berstandar SKKNI atau BNSP”.


Maka, dengan memiliki sertifikat yang telah dinilai berdasarkan penilaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang dilakukan oleh Asesor dari LSP Kementan dan kemudian di akui sertifikatnya oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), maka siswa akan memiliki bekal dan keunggulan dalam mencari pekerjaan di Dunia Usaha & Industri.


Perlu diketahui bahwa Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2004 atas perintah UU Nomor 13 tahun 2003, tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.


Serta, standar kompetensi merupakan ukuran atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyarakatkan.


(WD)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas