-- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU --- SMKPP NEGERI BANJARBARU MENGUCAPKAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 73 TAHUN, 17 AGUSTUS 1945 - 2018 --- -

PRAKTIK UJI DAYA KECAMBAH DENGAN METODE ANTAR KERTAS

Tanggal : 08/28/2018, 12:55:40, dibaca 51 kali.

Banjarbaru (28/8/2018) - Tiada hari tanpa praktik, seolah - olah sudah menjadi keseharian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas belajar siswa SMK PP Banjarbaru. Pasalnya hampir setiap hari mereka selalu praktik baik di lahan maupun di laboratorium. Sebagai sekolah menengah dibidang pertanian maka siswanya tentu belajar ilmu dasar-dasar  pertanian yang lebih banyak kegiatan praktiknya. Setiap hari mereka akan praktik langsung berbagai macam kegiatan pertanian dari mulai pemilihan benih, pemeliharaan tanaman, sampai pasca panennya.


SMK PP N Banjarbaru di Tahun Pelajaran 2018/2019 ini masih ada 4 program studi, salah satunya program studi Pembenihan dan Kultur Jaringan. Siswa pada program studi ini wajib melakukan praktik yang terkait dengan pembenihan. Seperti pada minggu lalu siswa diprogram studi ini praktik mata pelajaran uji mutu benih dengan pokok bahasan menguji daya kecambah.


Pada praktik uji daya kecambah ini sebelumnya siswa diminta oleh Gurunya untuk menyiapkan bahan dan alat-alatnya. Bahannya adalah biji padi sebagai benih yang dipakai sebagai uji daya kecambah, sedangkan alat-alatnya antara lain kertas buram, pinset, nampan, germinator dan alat tulis.


Praktik Uji daya kecambah ini dibimbing oleh Guru mata pelajaran Uji Mutu Benih yaitu Fofa Arofi, SST,MP. Praktik dilaksanakan di Laboratorium Benih SMK PP N Banjarbaru. Para siswa diajak untuk mengenal lebih jauh uji daya kecambah dengan mengalami langsung bagimana tata cara pengujian daya kecambah yang baik dan benar sesuai prosedur pengujian. 


Seperti siang itu terlihat di Laboratorium Benih para siswa kelas XII Pembenihan dan Kultur Jaringan sedang asyik menata 100 butir padi pada setengan bagian kertas yang sudah dibasahi dengan posisi titik tumbuh menghadap keatas. Kemudian dengan sigap para siwa menggulung kertas basah yang berisi benih itu dengan rapi. Mereka melaksanakan praktikum uji daya kecambah pada benih padi.


“Kertas yang sudah berisi benih silakan digulung dengan rapi, dan masukan dalam germinator. Diamkan selama lima hari, nanti pada hari kelima lakukan pengamatan kecambah benihnya”, Fofa memberikan intruksi pada para siswanya.


“Benih padi yang sudah berkecambah akan dipilah oleh siswa mana yang termasuk benih normal, benih tidak normal, benih mati dan benih segar tidak tumbuh. Siswa akan mengamati seperti apa benih normal itu, dan bagaimana ciri-cirinya”lanjut fofa menjelaskan.


Uji ini akan dilaksanakan sebanyak empat kali ulangan. Setiap ulangan akan dihitung berapa benih yang berkecambah normal. Kemudian baru dibandingkan selisih  prosentasi daya kecambah tertinggi dan terendah serta dicari rata-ratanya sehinga dapat dihitung prosentasinya. “Benih yang lolos uji adalah benih yang daya kecambahnya minimal 80% serta selesih prosentasi tertinggi dan terendah sesuai dengan tabel toleransi.”ungkap Carolina menjelaskan tentang perhitungan setelah pengamatan.


Tentu saja pengamatan ini butuh kesabaran dan proses yang agak lama, dan inilah yang membuat siswa SMK PP Banjarbaru berbeda dengan siswa lainnya dalam kegiatan praktiknya. Harapan sekolah setelah mereka lulus nantinya mereka benar-benar bisa profesioanal dibidangnya dan tidak canggung lagi nantinya sewaktu terjun kedunia pertanian yang nyata, baik dari mulai proses hulu sampai hilirnya.


Tim Pembertiaan SMKPP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas