- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SELAMAT HARI JADI KE-65 TAHUN SMK-PP (SPMA/SPP) N BANJARBARU (1 NOVEMBER 2020) -- SELAMAT HARI AIDS SEDUNIA (1 DESEMBER 2020) "Global Solidarity, Shared Responsibility" -- SELAMAT HARI KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (29 NOVEMBER 2020) "Korpri Berkontribusi Melayani dan Mempersatukan Bangsa" -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 14.30) -- -

MENTAN PANEN RAYA JAGUNG HIBRIDA DI TANAH LAUT, KALSEL

Tanggal : 02/28/2019, 13:49:13, dibaca 763 kali.

Tanah Laut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, untuk kesekian kalinya melakukan kunjungan ke Kalimantan Selatan.  Kunjungan kali ini dalam rangka panen raya jagung Hibrida di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (25/02/2019).


Kegiatan panen raya kali ini juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor,  Bupati Tanah Laut Sukamta, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Danramil serta pejabat SKPD di Tanah Laut dan beberapa Kelompok Tani. 


Mentan mengatakan, jika Kalimantan Selatan ini adalah daerah sawit, tetapi memiliki potensi Jagung sangat luar biasa, “Integrasi antara jagung dengan sawit sangat menguntungkan sekali.  Hal semacam inilah yang mengantarkan Indonesia mampu mengekspor jagung ke beberapa Negara, 380 ribu ton.  Dalam waktu dekat, di Gorontalo, akan ekspor lagi 113 ribu ton, juga Jawa Timur, NTB, dan mudah-mudahan Kalimantan Selatan juga menyusul”, ucapnya. 


Mentan menambahkan, selesai panen, diharapkan petani segera menanam lagi, tidak perlu menunggu, karena harga sekarang juga sedang bagus.  


Salah satu keuntungan integrasi sawit dengan jagung adalah terkait dengan masalah kredit bagi petani.  Cicilan kredit sawit dapat dibayar dengan hasil jagung.  Menurut Pak Menteri, kredit sawit yang mencapai 50 juta, dapat dilunasi dengan hasil jagung yang mencapai 30 juta per satu kali panen.  Kalau satu tahun bisa 2 kali panen, maka kredit sawit bisa lunas, sawitnya 100% milik petani. 


Sementara itu, secara terpisah, Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta menyatakan dalam periode tanam kemarin, luas lahan jagung di Kab Tanah Laut adalah 22 ribu hektar, sebagian besar sudah di panen dan luas panen saat ini sekitar 15 ribu hektar.


Bupati Tala juga mengatakan harga jagung di sini cukup bagus yaitu Rp 3.500 untuk kering panen dan jika kadar air sampai 14 persen maka harganya tinggi yaitu Rp 5.200. 


“Saat ini kami sedang berusaha menggenjot perluasan lahan jagung dengan cara tumpang sari serta kerjasama dengan perusahaan pengelola lahan jagung.  Pasar sangat terbuka lebar, kita punya dua pabrik pakan ternak, malah sebenarnya pasokan jagung kita yang kurang” ujar Sukamta.   


Upaya yang dilakukan Bupati tersebut tentu mendapatkan respon positif dari Kementerian Pertanian.  Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Tanah Laut, bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian lumayan banyak terhadap Kabupaten Tanah Laut di sektor pertanian.


Bantuan itu diantaranya: benih jagung Hibrida untuk lahan seluas 7.500 hektar, 10 unit Corn Sheller, 8 unit Power thresher, 8 unit Power thresher multiguna, 1 unit Dryer UV, 1 paket UPH Jagung , 2 unit Rice Transpalanter dan 36 unit Traktor roda dua.(ed)


Tim Pemberitaan SMKPP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas