- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75 - INDONESIA MAJU * BANGGA BUATAN INDONESIA * KONSUMSI PRODUK PERTANIAN INDONESIA -- SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441H BAGI UMAT MUSLIM SEDUNIA -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 14.30) -- -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB Online 2020
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
CBT OnlineMenu DownloadE Rapor OnlineE-Library SMK-PP N BanjarbaruE-PersonalInfografis
Agenda
12 August 2020
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5

BELI DAN PANEN SENDIRI DI LAHAN PRAKTEK

Tanggal : 04/18/2019, 14:58:27, dibaca 609 kali.

Banjarbaru (18/4/2019) – Siapa sih yang tidak kenal dengan hidroponik? Ya, sistem tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam ini menjadi opsi buat siapa saja yang ingin bercocok tanam meski tidak memiliki lahan tanam.


Namun, tidak hanya sistem tanamnya yang disukai, hasil tanaman yang ditanam dengan sistem hidroponik ini pun menjadi daya tarik tersendiri dikalangan masyarakat.


Sistem tanam hidroponik ini bisa anda jumpai di screen house yang ada di lahan praktek SMK-PP Negeri Banjarbaru, jalan bukit raya, loktabat selatan.


Salah satu sayuran yang ditanam di screen house ini adalah fakcoy. Fakcoy atau yang akrab dengan sebutan sawi daging ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 40 – 45 hari untuk kemudian dipanen dan dipasarkan.


Ranggeh, pengelola hidroponik menerangkan, dalam satu screen house terdapat 3 rak hidroponik. Masing-masing rak terdiri dari 15 lajur. Dimana setiap lajur mampu menampung 90 batang sawi. Yang artinya, dalam sekali panen mampu menghasilkan sekitar 1.350 batang sawi dalam satu rak.


“setelah dipanen, biasanya dipasarkan oleh siswa di hari sabtu dan minggu di sekitaran lahan praktek. Tapi, sering juga ada pembeli yang langsung datang ke sini dan panen langsung sawinya. Untuk harga, kita jual dengan harga Rp. 2.000,- per batang.” Ujarnya.


“Untuk kedepannya, setiap rak hidroponik akan ditanami dengan jenis sayuran yang berbeda” imbuhnya.


Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh ibu Dwi Suwardinah. Pembeli asal Guntung Payung ini datang ke Lahan Praktek SMK-PP Negeri Banjarbaru bersama saudaranya. “Ini pertama kalinya kami ke sini. Kesan pertama saya, senang sekali melihat daun segar-segar seperti ini. Harapan saya kedepannya, akan lebih banyak lagi variasi tanamannya,” pungkasnya.(tm)


Tim Pemberitaan SMKPP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas