- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SELAMAT HARI KESAKTIAN PANCASILA, 1 OKTOBER 2019 -- SELAMAT HARI BATIK NASIONAL, 2 OKTOBER 2019 - -

Pencarian
Waktu saat ini
Agenda
14 October 2019
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Pelayanan
Informasi Publik
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
CBT OnlineMenu DownloadE Rapor OnlineE-Library SMK-PP N BanjarbaruE-PersonalInfografis

OPSIN TAHAP II GANDENG INSTRUKTUR DARI BALAI ALSINTAN

Tanggal : 09/26/2019, 13:56:08, dibaca 29 kali.

Barito Kuala – Pelaksanaan pelatihan Opsin tahap II di desa mitra SMK-PP N Banjarbaru yang digelar sejak Rabu (18/9) hingga Kamis (19/9), terhitung sudah sebanyak 20 orang peserta mengikuti pelatihan yang bertempat di kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Madastana.


Pelatihan kali ini menghadirkan praktisi Alsintan sebagai instrukturnya. Ia adalah adalah Budi Raharjo, STP. Budi dulunya bertugas di Balai Alsintan Provinsi Kalimantan Selatan, dan sekarang Ia bertugas di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel.


Instruktur dari balai alsintan ini menyampaikan bahwa, dalam pelatihan ini materi perawatan lebih difokuskan pada traktor roda 2. Hal ini dikarenakan hampir 80% petani yang mengikuti pelatihan ini memiliki dan menggunakan traktor roda 2. Sedangkan untuk materi praktek, peserta dikenalkan dan diajarkan traktor roda 4.


“Materi yang diberikan dalam pelatihan ini adalah pengenalan alat dan mesin pertanian  (alsintan), perawatan, perbaikan dan operasional alsintan. Untuk perawatan diajarkan bagaimana cara merawat alsintan baik roda 4 maupun roda 2. Tetapi dalam hal ini, lebih kita tekankan ke traktor roda 2. Mengingat para peserta yang mengikuti pelatihan ini, rata-rata menggunakan traktor roda 2,” ujarnya.


Salah satu peserta, Mahmud, mengungkapkan bahwa dirinya baru pertama kali mengikuti pelatihan opsin dan mengoperasionalkan traktor roda 4.


“ini pertama kalinya saya mengikuti pelatihan opsin, dan juga baru pertama kali memegang (menggunakan) traktor roda 4, dan ternyata sulit,” akunya.


“Tapi kalau sudah ada traktornya dan rajin berlatih, lama-lama juga akan terbiasa. Dan dengan ini (traktor) akan lebih mudah dan cepat dalam mengolah lahan.” Lanjutnya.


Budi berharap, untuk pelatihan opsin ini dapat lebih diintensifkan lagi. Salah satunya dengan cara meningkatkan volume. Baik dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, maupun dari alsintan yang digunakan sebagai bahan praktek peserta. (tm/wd)


Tim Humas SMK-PP N Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas