- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- PENERIMAAN SISWA BARU SISTEM ONLINE TELAH DIBUKA, MULAI 4 SD 20 MEI 2020 & DIBUKA LAGI 2 SD 19 JUNI 2020 -- SELAMAT MELAKSANAKAN LEARNING FROM HOME BAGI SISWA SMK-PP N BANJARBARU, #STAY SAFE - SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, WALAU BEBERAPA PEGAWAI LAKUKAN WFH -- -

KONSISTENSI PUSDIKTAN PADA PANGAN LOKAL DI WORKSHOP PENDERASAN INFORMASI

Tanggal : 11/19/2019, 08:18:39, dibaca 257 kali.

YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah mencanangkan program diversifikasi pangan. Program ini sebagai upaya untuk mengajak masyarakat gemar untuk mengkonsumsi pangan lokal.


Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok, namun terdorong mengonsumsi bahan pangan lain sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsi atau mengkonsumsi makanan non beras.


Untuk lingkup kementan sendiri, sosialisasi ini sudah mulai konsisten dijalankan. Ini terlihat dari setiap kegiatan yang diadakan oleh Kementan. Salah satunya dalam kegiatan workshop penderasan informasi kebijakan strategis kementerian pertanian yang dilaksanakan di Hotel Platinum Adisucipto, Yogyakarta.


Kegiatan yang dilaksanakan sejak Kamis (14/11) sampai Sabtu (16/11) ini, peserta merupakan perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Pusdiktan yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya 4 orang perwakilan dari SMK-PP Negeri Banjarbaru.


Wakil dari SMK-PP N Banjarbaru dan peserta workshop lainnya disuguhi beragam pangan lokal Yogyakarta yang disediakan saat jeda istirahat. Pangan lokal yang dimaksud diantaranya jagung rebus, pisang bakar, edamame hingga tiwul. 


Yang menarik adalah tiwul yang merupakan makanan khas dari Gunung Kidul Yogyakarta, yang dewasa ini mulai ditinggalkan masyarakat. Makanan yang memiliki rasa manis dan juga gurih ini dahulu dikenal sebagai makanan pengganti nasi, namun sekarang makanan ini telah berubah menjadi camilan yang lezat.


Dengan kehadiran tiwul dan “kawan-kawan” dalam kegiatan yang difasilitasi oleh Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) ini, menunjukkan bahwa Pusdiktan khususnya dan Kementan umumnya, begitu konsisten dalam menerapkan program diversifikasi pangan.(tm/wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas