- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- PENERIMAAN SISWA BARU SISTEM ONLINE TELAH DIBUKA, MULAI 4 SD 20 MEI 2020 & DIBUKA LAGI 2 SD 19 JUNI 2020 -- SELAMAT MELAKSANAKAN LEARNING FROM HOME BAGI SISWA SMK-PP N BANJARBARU, #STAY SAFE - SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, WALAU BEBERAPA PEGAWAI LAKUKAN WFH -- -

BARU LULUS TETAP SEMANGAT BERTANI

Tanggal : 05/14/2020, 10:55:51, dibaca 60 kali.

Banjarbaru, - Kementerian Pertanian di era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan perhatian besar kepada pengembangan petani milenial, “Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik”, Ujar Mentan.


Mendukung pernyataan Mentan, Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa “Regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan, karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian di Indonesia”, tegas Dedi.


Salah satu dari sekian petani milenial adalah Helliyana atau sering dipanggil ily oleh temannya yang merupakan siswa kelas XII SMK-PP Negeri Banjarbaru TP. 2019/2020, yang selalu semangat dalam bertani. Saat ini ily baru saja menjadi alumni setelah pengumuman kelulusan pada 2 Mei 2020.


Melalui wawancara whatsapp (14/5), ia memaparkan meskipun masa pandemic Covid-19 tidak menghalanginya untuk menanaman berbagai komoditas seperti padi, cabai, terong dan cabai. Hal tersebut sesuai yang ily pelajari sewaktu menjadi siswa Kompetensi Keahliannya tentang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)


Ily yang yang tinggal di Jl. Negara Km. 8, desa Sungai Kapung, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) semasa covid 19 itupun semakin bersemangat untuk bertani, karena di kondisi seperti ini hasil pertanian tetap dibutuhkan oleh masyarakat.


Lahan pertanian yang ditanami berbagai komoditas itu cukup luas di mana padi 2 Ha, cabai 10 borong dan terong 5 borong. Ia menjalankan kegiatan pertanian ini bersama-sama dan dibawah bimbingan orang tuanya yang merupakan keluarga tani. Ayahnya salah satu ketua kelompok tani yang sukses di wilayahnya.


Kegiatan rutin yang sering dilakukan Ily di lahan di antaranya menanam padi, menjaga padi dari serangan burung pipit. Kegiatan pemeliharaan pun dilakukannya pada cabai seperti mewiwil, memberikan lanjaran dan menyiangai rumput tanaman terong.


Saat-saat yang paling dinantikan Ketika musim panen. Aktivitas panen dimulai dari pemetikan sampai pascapanen seperti sortasi dan penimbangan. Hasilnya cukup lumayan seperti terong tiap kali panen mencapai 100 kg. Pemasaran  biasanya langsung diambil oleh pengepul ke rumah.(Aw/Wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas