- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- PENERIMAAN SISWA BARU SISTEM ONLINE GEL II TELAH DIBUKA, 23 JUNI SD 3 JULI 2020 -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.30 SD 14.30) -- SELAMAT PURNA TUGAS BERSAMA KELUARGA BAPAK SUHERMAN, SEMOGA JASA DAN PENGABDIAN MENJADI AMAL IBADAH -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB Online 2020
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
CBT OnlineMenu DownloadE Rapor OnlineE-Library SMK-PP N BanjarbaruE-PersonalInfografis
Agenda
10 July 2020
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

BUDIDAYA JAMUR TIRAM KELOMPOK PWMP 2019

Tanggal : 06/11/2020, 13:45:16, dibaca 73 kali.

Barito Kuala, - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui kebijakan Kementerian Pertanian mengajak sector pertanian harus tetap berjalan untuk mendukung kebutuhan pangan kepada masyarakat Indonesia di tengah wabah covid-19 ini.


Regenerasi petani menjadi salah target utama oleh Kementerian Pertanian. Tidak hanya dalam arti generasi petani yang menjadi pekerja di bidang pertanian saja, namun juga diarahkan menjadi pelaku usaha pertanian.


Salah satu kegiatannya adalah melalui program Penumbuhan Wirausahwan Muda Pertanian (PWMP) yang bertujuan untuk mencetak generasi muda pertanian.


Program PWMP di dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan. Dijelaskan oleh Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi, “Tujuan PWMP ini untuk menarik minat pemuda, mahasiswa dan sarjana mendukung pembangunan sektor pertanian,” ujarnya.


Diantara kelompok PWMP ini salah satunya ada di SMK-PP Negeri Banjarbaru, yaitu kelompok PWMP Queen The Bussines. Kelompok PWMP tahun 2019 ini menekuni bidang usaha jamur tiram, yang  beranggotakan Amilya Safitri, Nursaadah Modeong, Putri Annisah.


Ketiga siswa dari kelas XI Agribisnis Perkebunan ini melakukan usahanya di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.


Amilya Safitri saat ditemui melalui whatsapps (11/6), menjelaskan alasan memilih jamur tiram sebagai usahanya karena, “Pasar di Kalimantan Selatan masih sangat luas, sehingga ini menjadi peluang yang sangat baik untuk para pemuda menjadi wirausahawan dibidangnya:, Ungkapnya.


“Di sela-sela kesibukan kami belajar untuk Ujian Akhir Semester, kami selalu meluangkan waktu kami untuk usaha jamur ini, karena jamur memerlukan perhatian yang  intens oleh pembudidayanya untuk memaksimalkan produksinya, walaupun sibuk kami tetap semangat dan senang” Ujar Amilya selaku ketua kelompok ini.


Untuk luas lahan yang di pakai saat ini Amilya menjelaskan untuk kapasitas kumbung dapat menampung 2000 baglog. Dimana produksi perhari antara 3-7 kg yang dijual dengan harga 23.000/kg dan hasil jamur tersebut langsung diambil oleh pedagang sayur setiap harinya.


Mengkomentari hal diatas, Fofa Arofi selaku pembimbing kelompok tersebut menyampaikan "Alhamdulillah usaha ini bisa berproduksi secara kontinu sejak Desember tahun lalu dan harapannya  nanti ada pengembangan produk turunannya", Ungkapnya.


Fofa juga sangat terkesan dengan kegigihan dan keuletan Amilya dkk dalam menjalankan usahanya, tidak jarang pemuda yang mau bergelut dengan usahanya dan harus membagi waktu antara belajar dan usaha, bagi Amilya dkk hal ini merupakan konsekuensi dan sekaligus menjadi tantangan yang harus dihadapi apabila ingin sukses menjadi wirausahawan muda.(fhk/wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas