- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- PENERIMAAN SISWA BARU SISTEM ONLINE GEL II TELAH DIBUKA, 23 JUNI SD 3 JULI 2020 -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.30 SD 14.30) -- SELAMAT PURNA TUGAS BERSAMA KELUARGA BAPAK SUHERMAN, SEMOGA JASA DAN PENGABDIAN MENJADI AMAL IBADAH -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB Online 2020
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
CBT OnlineMenu DownloadE Rapor OnlineE-Library SMK-PP N BanjarbaruE-PersonalInfografis
Agenda
10 July 2020
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

SEKOLAH TANAM DAUN BAWANG DI LAHAN GT. PAYUNG

Tanggal : 06/15/2020, 08:31:40, dibaca 61 kali.

Banjarbaru, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru terus melakukan upaya untuk mendukung program Kementerian Pertanian dalam Gerakan Ketahanan Nasional. Khususnya bagi petani dan penyuluh memperkuat Gerakan Ketahanan Nasional. Terutama dalam masa pandemik Covid-19 yang mengganggu banyak sektor, termasuk sektor pertanian.


Dijelaskan Mentaeri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), “Covid-19 sudah meluluhlantakkan seluruh sektor kehidupan. Ekonomi hancur, pelayanan jasa terpuruk, termasuk sektor pertanian yang terganggu signifikan. Yang terganggu adalah sistem distribusi dan pemasaran. Oleh karena itu, kita mendorong petani dan penyuluh melakukan percepatan tanam untuk mendukung gerakan ketahanan pangan nasional,” tutur SYL.


Salah satu dari 4 cara tersebut adalah  pengembangan pertanian modern. Caranya melalui pengembangan smart farming, pengembangan, dan pemanfaatan screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam (cabai bawang merah dan komoditas bernilai ekonomi tinggi), pengembangan korporasi petani, pengembangan food estate untuk peningkatan produksi pangan utama (beras/jagung) di Kalteng.


Salah upaya SMK-PP N Banjarbaru ialah dengan melakukan budidaya sayuran daun bawang di lahan Praktik Guntung Payung, Jum'at (12/6). Kegiatan yang dipimpin oleh pengelola kebun praktek Guntung Lua, Soetarno di lahan praktek yang berada di wilayah Kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru ini.


Dijelaskan oleh Soetarno bahwa saat ini baru memulai dengan menanam ±55 Kilogram bibit, untuk ±300 m2. Jika perkembangan bagus akan kita terus kembangkan jumlah bibit beserta luas lahannya.


Soetarno mengungkapkan, "Penanaman sayuran daun bawang ini diprakarsai oleh Kepala Sekolah dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha SMK PP Negeri Banjarbaru dalam Pelaksanaannya di bantu dua orang tenaga lapangan lahan praktik H.idak, tenaga lapangan Guntung Payung melakukan penanaman Daun Bawang. Selain itu pemilihan daun bawang ini karena daun bawang merupakan salah satu komoditi unggulan di musim kemarau", Ujarnya.


Dijelaskan Soetarnio bahwa kegiatan diatas merupakan gagasan Kepala Sekolah dan ditindaklanjuti oleh pak Kasubag TU, dimana Daun bawang ( Allium fistulosum L. ) ini merupakan salah satu komoditi unggulan ketika memasuki kemarau.


Diwawancarai di tempat berbeda, kasubag TU SMK-PP Negeri Banjarbaru, menjelaskan bahwa sayuran daun bawang memiliki prospek Pasar yang menjanjikan. Dimana biaya operasional untuk sayuran daun bawang hampir sama dengan produk hortikulhtura lainnya namun harga jualnya lebih menggiurkan. Saat ini harga di tingkat petani Rp. 20.000 s.d. Rp. 25.000 per kilogramnya.


"Pasar alhamdulillah terbuka dan potensinya luar biasa, untuk tahap awal ini, kita sudah mempunyai penyedia bibit dan nantinya penyedia bulibit juga akan menerima hasil Panen kita. Belum lagi untuk pasar lokal, yang InsyaAllah sangat menjanjikan." Kata Isnanto.


Melalui perhitungan sederhana setiap 1 Kilogram bibit yg ditaman akan menghasilkan 2-4 Kilogram  dalam umur panen 40-45 hst. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari program memperkuat Gerakan Ketahanan Nasional yang saat ini tengah gencar di gaungkan oleh Menteri Pertanian SYL." Jelasnya.


"Selain itu kegiatan ini juga merupakan bagian dari pengembangan lahan Guntung Payung yg selama ini mati suri. Sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) komoditi Hortikultura dalam hal ini Daun Bawang. Sebelumnya kita mendapatkan arahan dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Kepala Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi untuk mencari potensi di daerah masing-masing.(M.N/wd)

Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas