- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1441H BAGI UMAT MUSLIM SEDUNIA -- SELAMAT MENGIKUTI MPLS BAGI CALON SISWA BARU TP. 2020/2021, MELALUI DARING -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 14.30) -- -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB Online 2020
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
CBT OnlineMenu DownloadE Rapor OnlineE-Library SMK-PP N BanjarbaruE-PersonalInfografis
Agenda
04 August 2020
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5

PRUNING, PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT CEMPAKA

Tanggal : 07/03/2020, 14:34:39, dibaca 90 kali.

Banjarbaru, - Tim Lahan Cempaka setelah beberapa minggu yang lalu melakukan pemeliharaan pengendalian gulma di lahan praktek SMK-PP Negeri Banjarbaru di Cempaka, Banjarbaru. Mereka kembali melakukan aktifitas pemeliharaan kelapa sawit, walau kondisi wabah covid-19 belum mereda


Diwawancarai melalui whatapps, Kamis (2/7) kepala pengelola lahan cempaka, Juni Adi Saputra menjelaskan, “Saya bersama 2 orang tim lahan cempaka melakukan pruning atau pembuangan pelepah yg sudah tidak produktif, dan ini mempermudah saat pemanenan serta pengutipan brondolan “, Jelasnya


Sedangkan, luas lahan yang dipruning ini mencapai 7 Ha dari luas lahan 15 Ha yang ada disana, dimana dijelaskan Juni, “Dalam sehari kami melakukan pruning max 30 pohon dengan 2 orang pekerja atau pruners”, Ungkapnya.


Kegiatan pruning yang merupakan salah satu tahap pemeliharaan kelapa sawit ini menggunakan beberapa alat dijelaskan oleh Juni, diantaranya: Alat dodos mekanis, BBM pertalite, dan berupa sarung tangan kulit.


Lanjut juni mengatakan, lahan yang merupakan lahan praktek bagi Kompetensi Keahlian Agribisnis Perkebunan ini, akan dilanjutkan pemeliharaan berupa menyusun pelepah yang sudah di pruning.


Kegiatan diatas sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo yang dalam setiap kesempatan menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian harus terus hidup untuk menyediakan kebutuhan pangan rakyat Indonesia.


Mendukung apa yang disampaikan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, masalah hidup matinya suatu bangsa. Ujar Dedi Nursyamsi.(wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas