- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75 - INDONESIA MAJU * BANGGA BUATAN INDONESIA * KONSUMSI PRODUK PERTANIAN INDONESIA -- SELAMAT HARI PALANG MERAH INDONESIA (17 SEPTEMBER 2020) -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 14.30) -- -

JAMUR JADI BAHAN UTAMA PRODUK KEL. PWMP HUSIHA

Tanggal : 09/11/2020, 13:31:33, dibaca 22 kali.

Banjarbaru, - Jamur merupakan tanaman yang tidak berklorofil dan tumbuh di dekat pepohonan. Sebagian besar jamur memang beracun dan tidak bisa dikonsumsi, namun ada pula jamur yang bisa dimakan dan menjadi camilan sehari-hari. Pengolahan jamur yang terkenal di Indonesia yaitu jamur crispy.


Salah jamur yang aman dikonsumsi adalah jenis jamur jenis jamur tiram, yang merupakan jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.


Dengan semangat menjadi generasi pertanian milenial, salah satu  kelompok PWMP Kementerian Pertanian yang ada di SMK-PP N Banjarbaru yaitu kelompok Husiha, bimbingan guru Patmawati mengembangkan produk makanan dengan bahan dasar dari Jamur tiram.


Kelompok yang terdiri dari 3 orang alumni lulusan tahun 2020 ini merupakan penerimaan bantuan PWMP Kementan Tahun 2019 dari SMK-PP Negeri Banjarbaru ini mengembangkan 3 produk usaha, dijelaskan oleh salah satu anggota kelompok PWMP, Halimatus sa’diyah, “Kelompok Husiha sendiri mengambil 3 produk, semua berasal dari jamur, yang pertama keripik jamur, kedua bakso jamur dan ketiga nugget jamur”, Ujarnya.


Produk mereka biasanya dipasarkan lingkungan sekitar dan melalui media social, “Hasil olahan dari kami pasarkan melalui media social, secara langsung seperti dititipkan di beberapa toko atau minimarket dan lainnya”, Ungkap Halimatus.


Keberanian kelompok PWMP Husiha dalam menjual produknya dikarenakan mereka telah memiliki sertifikat PIRT, sehingga mereka berani untuk menjual produknya ke beberapa toko atau minimarket. Dijelaskan oleh Halimatus, “Rencananya setelah kami memperoleh sertifikat halal, kami bisa merambah ke target pasar yang lebih besar lagi”,Harapannya.


Omset yang didapatkan, Halimatus menjelaskan bahwa dalam sebulan mereka biasanya mendapatkan omset sekitar satu setengah juta per bulannya. Sehingga Halimatus mengajak kepada siswa SMK-PP N Banjarbaru yang belum ikut PWMP, untuk ikut menjadi peserta PWMP.


Program PWMP dibawah naungan Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan ini tentunya mengharapkan kegiatan di sektor pertanian tidak berhenti dan mendukung kebutuhan pangan kepada masyarakat Indonesia.


Seperti dijelaskan oleh Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi ini, , “Tujuan PWMP ini untuk menarik minat pemuda, mahasiswa, siswa dan sarjana mendukung pembangunan sektor pertanian,’’ Ujar Kepala BPPSDMP.


Sebab, hal diatas sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang meyakini usaha dan kredibilitas generasi muda di bidang pertanian semakin berkembang. Serta banyaknya petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari dulu hingga sekarang. (WD/tm)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas