- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SELAMAT HARI JADI KE-65 TAHUN SMK-PP (SPMA/SPP) N BANJARBARU (1 NOVEMBER 2020) -- SELAMAT HARI AIDS SEDUNIA (1 DESEMBER 2020) "Global Solidarity, Shared Responsibility" -- SELAMAT HARI KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (29 NOVEMBER 2020) "Korpri Berkontribusi Melayani dan Mempersatukan Bangsa" -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 14.30) -- -

KEMBALI DAMPINGI 16 BPP DI LOKASI FOOD ESTATE

Tanggal : 10/27/2020, 07:53:53, dibaca 69 kali.

Banjarbaru,  - Setelah melakukan koordinasi pelaksanaan Food Estate di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Rabu, (21/10) di Hotel Q-Daffam, Banjarbaru.


Tim yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Kementan (pusluhtan), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, dan tentunya tim SMK-PP Negeri Banjarbaru ini kembali mengunjungi wilayah yang menjadi pusat pelaksanaan Food Estate di Kalimantan Tengah


Tim kembali melakukan pendampingan dan pengawalan di 16 Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di 2 Kabupaten di Kalimantan Tengah, diantaranya Kabupaten Kapuas (11 BPP) dan Kabupaten Pulang Pisau (5 BPP), yang dimulai Kamis, (22/10) sampai Sabtu, (24/10).


SMK-PP N Banjarbaru yang menjadi tim food Estate Kalimantan Tengah membantu tim pusat (Pusluhtan) melihat perkembangan, koordinasi, pengumpulan data, melihat kondisi lapangan di kedua Kabupaten tersebut, selain itu tim ini juga mengajak kelompok tani, Gapoktan untuk menjadi korporasi.


Selain pendampingan di 16 BPP, tim Food Estate Kalimantan Tengah yang di pimpin oleh Puslatan juga melakukan Sosialisasi Korporasi di tingkat petani oleh tim dari Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan yang dilaksanakan di 3 BPP yaitu, BPP Kec. Dadahup, BPP Kec. Pandih Batu dan BPP Kec. Bataguh.


Perlu diketahui bahwa kegiatan Food Estate difokuskan untuk pengembangan pada areal pertanian eksisting seluas 30 ribu hektar di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Intensifikasi lahan pada lokasi Food Estate ini dilakukan dengan meningkatkan kemampuan lahan pertanian di lahan rawa melalui pemberian sarana produksi pertanian.


Menurut menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) program ini sangat bagus secara ekonomi, ada banyak manfaat ekonomi yang didapat petani dan masyarakat dalam pengelolaan satu kawasan Food Estate. Semua potensi ini dikembangkan secara komprehensif dan terukur.


“Food Estate akan menjadi sentra ekonomi baru bagi Kalteng bahkan Indonesia. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Komoditasnya sangat beragam dengan value ekonomi besar. Intinya, Food Estate akan terus mendongkrak perekonomian masyarakat selain lumbung pangan nasional,” papar Menteri SYL


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan jajarannya siap bekerja maksimal untuk Food Estate, salah satunya di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan mengawal dan mendampingi SDM Pertanian mendukung korporasi petani. “Kita akan memastikan pendampingan terhadap petani di lokasi Food Estate berjalan maksimal. Khususnya dalam hal korporasi petani,” Katanya.(wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas