- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SELAMAT HARI JADI KE-65 TAHUN SMK-PP (SPMA/SPP) N BANJARBARU (1 NOVEMBER 2020) -- SELAMAT HARI AIDS SEDUNIA (1 DESEMBER 2020) "Global Solidarity, Shared Responsibility" -- SELAMAT HARI KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (29 NOVEMBER 2020) "Korpri Berkontribusi Melayani dan Mempersatukan Bangsa" -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 14.30) -- -

KELOMPOK PWMP INI BUDIDAYAKAN SELADA DENGAN HIDROPONIK

Tanggal : 11/11/2020, 14:28:11, dibaca 56 kali.

Banjarbaru, - Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), terus bersemangat walau saat ini kondisi pandemic Covid-19 di Indonesia. Salah satunya ditunjukkan oleh salah satu kelompok PWMP dari SMK-PP Negeri Banjarbaru, yaitu Kelompok Tanjigus.

Kelompok PWMP dari SMK-PP N Banjarbaru tahun 2020 ini mengembangkan usaha budidaya sayuran selada dengan system hidroponik yang bertempat di lahan praktek Haji Idak, SMK-PP N Banjarbaru. Mereka terdiri dari 5 orang ini diantaranya adalah: Rudi Agus Hidayat, Ahmad Tarmiji, Sultan, Ahmad Suaidi dan hikmah yang merupakan siswa kelas XI SMK-PP N Banjarbaru TP. 2020/2021.

Nita Aprilia yang ditemui Rabu, (11/11) yang merupakan pembimbing kelompok Tanjigus, menjelaskan, kelompok ini mengembangkan usaha budidaya sayuran selada dengan Instalasi Lebar 2,7m, panjang 4m dan tinggi 85 cm.

Ibu Guru Bidang Produktif ini menjelaskan, “Saat ini jumlah panen dari 3 instalasi kurang lebih 50 kg dengan jumlah lubang tanam sekitar 450, untuk harga 1 kg selada Rp 30.000 (1 kg 7-8 batang) dan 1 batang di jual Rp 5.000”, Jelasnya.

Sedangkan untuk hasil panen mereka menjual dengan membahwa hasil ke pasar, membuka stand penjualan didekat lahan Haji Idak dan dipromosikan melalui media sosial.

Sebagai guru pembimbing di kelompok ini Nita berharap usaha ini kedepannya makin maju, mudah memasarkan hasil panennya sehingga, “konsumen selalu merasa lebih baik jika membeli hasil dari usaha kami, makin kompank antar anggota, dan selalu memberikan yg terbaik kepada para konsumen”, Pungkasnya.

Sebab kegiatan diatas seperti dijelaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Untuk itu Kementan terus berupaya untuk mempercepat regenerasi petani dan mencetak wirausaha milenial pertanian yang memiliki jiwa mandiri, tangguh dan modern”, ungkap Dedi.

Apalagi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berulang kali mengatakan bahwa tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda, melalui PWMP diharapkan bisa mencetak generasi milenial menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. (wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas