- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SELAMAT HARI JADI KE-65 TAHUN SMK-PP (SPMA/SPP) N BANJARBARU (1 NOVEMBER 2020) -- SELAMAT HARI GIZI NASIONAL (25 JANUARI 2021) "Gizi Seimbang, Remaja Sehat, lndonesia Kuat" -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 14.30) -- -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPID SPPNBANJARBARU
Pelayanan Publik
E-Online
Layanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanSatu Layanan KementanMenu DownloadE-Library SMK-PP N BanjarbaruInfografis
Agenda
26 January 2021
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

FOOD ESTATE BERBASIS KORPORASI PETANI DI KAWASAN KAPUAS 1

Tanggal : 11/26/2020, 16:00:34, dibaca 106 kali.

Kapuas, - Kementerian Pertanian kali ini mengadakan sosialisasi tentang "Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di Kalimantan Tengah", untuk wilayah Kabupaten Kapuas tepatnya di wilayah Kawasan Kapuas 1 selama 3 hari dari Senin, 23/11/2020 sd Rabu, 25/11/2020.


SMK-PP Negeri Banjarbaru yang juga menjadi tim Food Esatate di Kalimantan Tengah sebagai wakil dari Pusat Pendidikan Pertanian ikut serta hadir dalam kegiatan tersebut.


Kawasan Kapuas 1 sebagai salsh satu dari 3 Kawasan Food Estate di Kalteng ini terdiri dari 3 Klaster diantaranya: Klaster 4: Kecamatan Bataguh, Klaster 5: Kecamatan Tamban Catur dan Kecamatan Kapuas Kuala, Klaster 6: Kecamatan Kapuas Timur dan Kecamatan Pulau Petak.


Dimulai hari pertama di Balai Desa Anjir Serapat Baru, Kec. Kapuas Timur, (23/11), Hadir Hermanto dari Biro Perencanaan Kementan, Susilawati dari Ketua tim gugus tugas pemercepatan Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di Kapuas 1, serta beberapa tim pusat dan daerah dari Kementan.


Perwakilan dari Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal, Kementan, Hermanto memaparkan, “Membangun korporasi adalah mengubah pola pikir petani yakni menjadikan petani sebagai pengusaha dan pebisnis. Karena itu organisasi petani tidak lagi sekedar dalam bentuk kelompok tani atau gabungan kelompok tani, tapi menjadi korporasi”, Ujarnya.


“Petani nantinya menjadi pemegang saham utama dalam korporasi. Pengelolannya nanti orang profesional yang digaji, tapi bisa saja petani yang menjadi manajer dalam korporasi petani tersebut,” ujarnya.


Menurutnya, tujuan korporasi petani adalah membentuk dan mengembangkan entitas bisnis petani sebagai perushaan milik petani, modernisasi manajemen usaha pertanian, dan perubahan model usaha petani. Dalam korporasi itu, petani lah yang menentukan arah dan tujuan perusahaan.


Sebab Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo diinstruksikan oleh Presiden RI Joko Widodo untuk mengembangkan konsep pertanian dari hulu ke hilir, dalam konsep kluster berbasis Korporasi Petani pada program lumbung pangan (food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah.


"Korporasi petani bentuk pemberdayaan ekonomi petani, berdimensi strategis dalam pengembangan kawasan pertanian. Dibentuk dari, oleh, dan untuk petani," kata Mentan Syahrul, dalam siaran pers Kementrian Pertanian , Minggu (4/10).


Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian (BPPSDMP) menegaskan "Syarat utama terwujudnya korporasi petani, adanya kelembagaan ekonomi petani yang kuat. Tidak individualistik. Tidak sendiri-sendiri. Korporasi akan menjaga setiap pemegang saham mendapat laba sama. Kalau rugi, ditanggung bersama," Katanya.(wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas