-- Selamat Datang di Website Resmi SMK-PP Negeri Banjarbaru -- Jam Pelayanan Senin sd Kamis jam 08.00 sd 15.30 Wita (Istirahat: 12.30 sd 13.30), Jumat 08.00 sd 16.30 wita (Istirahat: 11.30 sd 14.00) -- PPDB 2024: Jalur Undangan dibuka 1 Maret 2024 - Jalur Penelusuran Minat dan Potensi Akademik (PMPA) dan Jalur Umum dibuka 2 Mei 2024 -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
Program Yess
Pelayanan Publik
PPID SMKPPN Banjarbaru
Layanan & Perizinan
Dokumentasi & Informasi HukumPerpustakaan KementanPengaduan Bagi MasyarakatLayanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanPerizinan KementanSimpellPenelusuran‚Ä© Alumni
Agenda
29 February 2024
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat

KEMENTAN AJAK PETANI TERAPKAN SMART FARMING

Tanggal : 02-05-2023 10:59, dibaca 871 kali.

Pemanfaatan smart farming pada sektor pertanian menjadi terobosan baru untuk meningkatkan produktivitas dengan menekan biaya produksi. Tujuan akhirnya tentu untuk mendapatkan untung lebih besar dari pada pertanian konvensional.

Kementerian Pertanian (Kementan) pun terus menggaungkan pentingnya penerapan smart farming untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pertanian dalam menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo atau yang lebih akrab disapa SYL, smart farming adalah solusi pasti bagi peningkatan nilai tambah produk pertanian sekaligus peningkatan efisiensi sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi bisa diwujudkan.

“Percepatan menuju pertanian modern dapat diwujudkan secara cepat apabila smart farming  dapat dikembangkan secara baik. Yang pasti, kata dia, efisiensi tenaga, waktu dan biaya produksi harus bisa diturunkan hingga 30 persen. Dengan efisiensi, marginnya bisa kita naikan. Saya kira semua bisa kita wujudkan dengan kebersamaan. Dan ingat pertanian itu memberi keuntungan dan memberi kebaikan,” katanya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi  menegaskan bahwa smart farming telah terbukti mendongkrak produktivitas, memperbaiki kualitas dan menjamin kontuinitas produksi pertanian.  “Smart farming datang, pertanian gemilang”, tegas beliau.

Selain itu Smart Farming juga merupakan Gerakan mendukung program Gerakan Petani Pro Organik (Genta Organik), yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian, dalam memaksimalkan bahan organic untuk pertanian berkelanjutan.

Sebab, Gerakan Petani Pro Organik sudah mulai ada dimana-mana, melalui gerakan ini budidaya pertanian kita arahkan untuk pertanian berkelanjutan”, Jelasnya.

Pertanian organic ini merupakan tantangan bagi anak-anak muda, kita harus bijak dalam memanfaatkan pupuk organic ataupun pupuk kimia. Karena dengan ini kita bisa menjaga keseimbangan alam, sehingga menuku pertanian berkelanjutan, salah satunya dengan Organic Fertilizer ini.

Bahkan smart farming berbasis teknologi. Dimana metode ini telah di aplikasikan oleh Bapeltan Lampung dalam budidaya dan mekanisasi pertanian sehingga menciptakan Pertanian Presisi berbiaya rendah (Low Cost Precision Farming).

Metode Precision Farming System 4.0 diatas sendiri juga telah di aplikasikan di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatra, Sulawesi, Jawa dan beberapa wilayah lainnya .

Maka dengan penerapan Precision Farming dalam hidroponik dapat meningkatkan pertumbuhan, hemat pupuk, air lebih efisien, hama penyakit dapat dikurangi, hemat tempat, hemat tenaga, hara dan Ph lebih teliti, tidak perlu pengolahan tanah, hemat biaya dan tentunya kualitas tanaman lebih bagus.

Diharapkan juga para petani khususnya petani milenial untuk menggunakan pertanian presisi. Sebab pertanian presisi adalah sistem pertanian terpadu berbasis pada informasi dan produksi, untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan profitabilitas produksi pertanian dari hulu ke hilir yang berkelanjutan, spesifik lokasi serta meminimalkan dampak yang tidak diinginkan pada lingkungan.

Melalui smart farming ini, Kementan terus menggencarkan dan mengajak para petani melaksanakan hal tersebut, baik melalui media online, media cetak, medaia audio visual, dan berbagai kegiatan pelatihan, forum, diskusi dsb.

 

Oleh: Willy Darmawan, S. IP



Pengirim : Willy Darmawan
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas