-- SMK-PP N Banjarbaru Tetap Buka Pelayanan Terbatas Saat Ramadhan 1443H, Senin Sd Jumat (08.30 SD 14.30) -- DI BUKA: PENERIMAAN CALON SISWA BARU TP. 2022/2023 -- 1 April: Selamat Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) -- 6 April: Selamat Hari Nelayan Nasional -- 7 April: Selamat Hari Kesehatan Internasional -- 20 April: Selamat Hari Konsumen Nasional -- 21 April: Selamat Hari Kartini -- 22 April: Selamat Hari Bumi -- 23 April: Selamat Hari Buku -- 26 April: Selamat Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional --

KEMENTAN DATANGKAN TIM SURVEY, LIHAT REGENERASI PETANI KALSEL

Tanggal : 05/06/2022, 15:31:26, dibaca 68 kali.

Banjarbaru - Kementerian Pertanian (Kementan) tak hentinya menggaungkan program regenerasi petani dalam upaya melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian.


Bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Kementan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). Salah satunya di wilayah Kalimantan Selatan.


Tak kurang dari 55,3 juta dollar AS digelontorkan IFAD untuk program selama 6 tahun program berjalan (2019-2025).


Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menegaskan regenerasi petani salah satu fokus Kementan bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.


“Indonesia harus menjalankan pertanian efektif, efisien dan transparan melalui pengembangan pertanian maju, mandiri dan modern yang dimotori oleh petani milenial. Melalui sinergi dengan IFAD, Kementan berupaya meningkatkan regenerasi melalui pengembangan petani milenial sekaligus memastikan bahwa bertani itu keren,” katanya.


Di sisi lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan harapannya melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.


Sehingga pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi.


“Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka ini akan siap menghadapi era milenial,” ujarnya.


Untuk memastikan program yess berjalan dengan baik di Kalimantan Selatan, National Programme Management Unit (NPMU) dan Tim LPPM IPB melakukan kunjungan lapangan ke SMKPPN Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan, Rabu (20/04/2022).


Menurut Harris, JAP MONEV NPMU, kegiatan Mid Term Review (MTR) ini sejatinya dilaksanakan beberapa bulan ke depan. Akan tetapi, ada permintaan dari IFAD untuk memajukan MTR ini pada Juni mendatang. Oleh karena itu, harus ada survey kualitatif dan kuantitatif. Sehingga dapat dilihat sejauh mana capaian, output dan manfaat yang didapat oleh calon penerima manfaat (CPM).


Harris menambahkan, kunjungan lapang ini juga untuk mendapatkan data awal dan informasi intervensi apa saja yang sudah dilakukan, kendala yang dihadapi dan rekomendasi terhadap program serta langkah solusi perbaikan sehingga tujuan dapat tercapai.


Selain melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Komponen 1, 2, dan 3, dalam kunjungan ini,  NPMU dan Tim LPPM IPB juga melakukan wawancara mendalam Studi Evaluasi Program dalam mendalami best practise yang terdiri dari penerima hibah kompetitif, peserta magang, smart farming dan pelatihan cpm.


Dari kegiatan ini, Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Budi Santoso berharap agar hasil dari kunjungan ini dapat digunakan sebagai acuan untuk kegiatan program yess ke depannya.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas