-- Pelayanan di SMK-PP N Banjarbaru, Senin Sd Jumat (08.00 sd 15.30), Istirahat (12.30 sd 13.30) -- DI BUKA: PENERIMAAN CALON SISWA BARU TP. 2022/2023 -- 1 Juni: Hari Lahir Pancasila -- 5 Juni: Hari Lingkungan Hidup Sedunia -- 8 Juni: Hari Laut Sedunia -- 10 Juni: Hari Media Sosial -- 14 Juni: Hari Donor Darah Sedunia -- 21 Juni: Hari Krida Pertanian -- 26 Juni: Hari Anti Narkoba -- 29 Juni: Hari Keluarga Berencana --

KEMENTAN KUKUHKAN 15 YOUNG AMBASSADOR 2022

Tanggal : 06/17/2022, 14:11:59, dibaca 93 kali.

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengukuhkan 15 Young Ambassador 2022 di Bogor, Sabtu (11/6). Pengukuhan ini sebagai bentuk komitmen untuk terus melakukan regenerasi petani.


Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian, yang ditempuh melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi petani milenial di berbagai daerah.


"SDM pertanian yang andal dapat meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas petani dan penyuluh sebagai ujung tombak kegiatan pertanian," kata Syahrul.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembagan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, petani milenial merupakan pelopor dan garda terdepan di dalam pembagunan pertanian ke depan.


"Hari ini, saya luar biasa senang bertemu dengan Young Ambassador 2022. Saya yakin 10 atau 20 tahun yang akan datang kalian yang akan menjadi pelopor dan garda terdepan di dalam pembagunan pertanian," kata Dedi.


Kepada 15 Young Ambassador yang terpilih, Dedi menaruh harapan agar menjadi petani dan pengusaha milenial yang profesional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa enterpreunersip.


"Tugas kalian setelah menjadi petani dan pengusaha milenial yang andal adalah melakukan resonansi dan aktivasi kepada petani milenial yang ada di daerah kalian masing-masing. Ajak keluarga kalian dan teman-teman kalian untuk sama-sama terjun di dunia agribisnis," kata Dedi.


Dedi mengingatkan, pertanian saat ini bukan lagi hanya sekadar kewajiban dan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, melaikan sebagai ladang untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.


"Kalian harus menciptakan gelombang-gelomban di daerah masing-masing, sehingga petani milenial di daerah kalian teresonansi menjadi petani pengusaha yang andal, profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa enterpreunersip," kata Dedi.


Di tempat yang sama Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan, pemilihan Young Ambassador 2022 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan satu wahana untuk meningkatkan kapasitas.


Ia mengatakan, mominee Young Ambassador ini sudah melalui perjalanan panjang. Pertama kali dari ratusan yang mendaftar dipilih sekitar 50 orang dan kemudian melalui bootcamp dimana dilakukan peningkatan kapasitas terkait peningkatan usaha, meresonansi, dan public speaking.


"Tentu setelah disaring dari 50 menjadI 27 ini merupakan unggulan-unggulan yang luar biasa. Mereka ini mewakili seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua dan juga memberikan keterwakilan dari seluruh subsektor pertanian dari tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan," jelasnya.


Idha juga mengungkapkan bahwa para dewan juri merasa berat karena harus memilih 15 dari 27 nominee Young Ambassador 2022, di mana masing-masing memiliki kelebihan dan semuanya unggul.


"Tentu saja harapannya, Young Ambassador nanti akan melakukan resonansi. Yang tidak terpilih tetap semangat dan harapannya bisa tetap mengikuti kegiatan-kegiatan di Kementan," kata Idha.


Perlu diketahui bahwa salah satu 15 Young Ambassador 2022 ini merupakan petani milenial dari Banjarbaru yaitu Nyke Pebri Dwi salah satu Alumni SMK-PPN Banjarbaru yang sekarang berfokus pada di bidang Tanaman Hias.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
Sumber Humas BPPSDMP, Kementan



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas