- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 15.00) -- Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H (20/7/2021 -- Selamat Hari Anak Nasional (23 Juli 2021) -- Selamat Hari Sungai Nasional (27 Juli 2021) -- -

PPIU KALSEL SURVEY CALON LOKASI MAGANG CPCL

Tanggal : 07/19/2021, 13:57:28, dibaca 64 kali.

Banjarbaru, - Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal ini SMK PP Negeri Banjarbaru, melakukan kegiatan kunjungan calon lokasi magang untuk penetapan lokasi dan sebaran peserta magang bagi CPCL wilayah Kalimantan Selatan selama 5 hari, terhitung sejak Senin, (12/7/2021).


SMK-PP N Banjarbaru sebagai  dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) terus melakukan kegiatan pelaksanaan Program Yess di wilayah Kalimantan Selatan melakukan kunjungan di beberapa perusahaan dan P4S.


Diantaranya ialah PT. BKB (Tanah Bumbu). CV. Kambat Jaya (Batola), CV. Anugrah 3 Putra (Banjarbaru), P4S Ushuludhin (Tanah Laut), P4S Patra Mandiri (Banjar), P4S Tuntung Pandang (Tanah Laut), P4S Sekar Rahayu Agro (Tanah Bumbu),


Slamet Riadi selaku ketua pelaksana pemagangan mengatakan, "Tujuan pemagangan memantapkan dan memberikan kertampilan pada peserta secara kopentasi baik teknis, identifikasi mutu dalam manajemen dalam bidang pertanian”, Terangnya Jumat, (16/7/2021).


Slamet yang juga Wakasek Humas dan Industri SMK-PP N Banjarbaru menjelaskan bahwa apabila tidak ada halangan pemagangan akan dilaksanakan selama 3 bulan di beberapa tempat di atas. Tentunya yang mau bekerjasama dan menggelar pemagangan bagi CPCL Program Yess.


Nantinya CPCL akan magang sesuai bidang usaha yang mereka pilih dan tentunya tersedia di tempat magang. Ditargetkan nantinya akan terdapat 60 CPCL yang akan mengikuti pemagangan ini di bidang yang telah mereka pilih pada saat pendataan CPCL Program Yess sebelumnya.


Perlu diketahui bahwa Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.


Seperti dijelaskan Mentan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Meyakini, tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.


Ditambhkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menerangkan, sudah saatnya pertanian dikelola generasi milenial, “Menggunakan kreativitas dan inovasinya. Sehingga, pertanian ke depan menjadi modern. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, tetapi juga berorientasi ekspor,” paparnya. (wd)


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas