- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 15.00) -- Selamat Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober 2021) -- Selamat Hari Batik Nasional (2 Oktober 2021) -- Selamat Hari Tentara Nasional (5 Oktober 2021) -- Selamat Hari Pangan Sedunia (16 Oktober 2021) --

PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN BAGI BDSP

Tanggal : 10/04/2021, 08:37:10, dibaca 71 kali.

Tapin - Kali ini Kementerian Pertanian melalui SMK-PP Negeri Banjarbaru terus bergerak menyukseskan program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) yang kali ini melaksanakan pelatihan lanjutan bagi pelatih pengelolaan keuangan.


Kali ini terdapat 15 orang peserta yang merupakan perwakilan BDSP (Business Development Services Provider) yang berasal dari P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya), BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), Kelompok Tani serta Kelompok Wanita Tani. Dimana peserta yang hadir merupakan perwakilan dari Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah laut dan Kabupaten Tanah Bumbu selaku lokasi sasaran program YESS.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 September hingga 02 Oktober 2021 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Kalimantan Selatan ini merupakan lanjutan bagi pelatih pengelolaan keuangan dari pelatihan dasar bagi pelatih pengelolaan keuangan yang melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai fasilitator.

Perwakilan dari Balai Besar Peningkatan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Lusia Hartiningtyas M. mengungkapkan, melalui pelatihan ini peserta akan dibekali teknik pengelolaan keuangan yang baik, salah satunya adalaha pencatatanan keuangan.

“kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan petani-petani millenial dalam rangka bagaimana petani dapat melakukan pencatatan keuangan dengan baik.” Ungkap Lusia.

Dalam arahan dan pembukaannya, Budi Santoso yang merupakan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru berpesan, setelah pelatihan ini peserta mampu meresonansi hasil pelatihan kepada para petani dalam mengelola keuangan usahanya. Hingga pada akhirnya petani tidak hanya fokus pada sektor hulu semata tetapi juga pada sektor hilir.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, bahwa pengelolaan yang tidak baik, bisa menghambat program. Apalagi jika terjadi penyimpangan. Bukan hanya bisa menghambat, tetapi juga bisa menghancurkan petani, penyuluh, dan semuanya.


Selain itu Dedi menekankan perlunya pendidikan literasi keuangan ini untuk memandu dan mendampingi proses peningkatan kapasitas kelompok sasaran program YESS. “Dengan mengajak para petani-petani milenial sadar dan paham tentang bagaimana cara mengelola keuangan secara bijak, sesuai kebutuhan Petani semakin tahu bagaimana memajukan kesejahteraan ekonomi keluarga, baik dalam pengalokasian untuk kebutuhan konsumsi, keperluan investasi, maupun pengembangan usaha dan tidak hanya mengalokasikan pendapatan untuk konsumsi saat ini namun juga menyiapkan tabungan atau simpanan untuk kebutuhan di masa mendatang,” terang Dedi.


Lebih lanjut Mentan SYL menambahkan, pertanian modern memang membutuhkan ‘pencatatan’ keuangan yang tersusun rapi. Tujuannya untuk memudahkan petani dalam melakukan evaluasi. Sebab, usaha pertanian memiliki fluktuasi dari waktu ke waktu. “Hasil evaluasi tersebut sangat berguna untuk menentukan strategi usaha pada periode tanam di musim berikutnya. Dengan nilai bisnis besar, maka penguatan literasi keuangan petani harus diperkuat,” tegasnya.

“Petani harus memiliki kemampuan manajerial yang bagus, terutama menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit. Untuk itu segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas