Tanggal : 01/24/2022, 14:42:04, dibaca 3878 kali.

KESAN PETUGAS LAHAN PRAKTEK IKUTI PELATIHAN ALSINTAN


Banjarbaru, - Dalam menjawab tantangan di era industri 4.0 Kementerian Pertanian menaruh harapan besar pada generasi milenial. Tantangan atas pembangunan pertanian di Indonesia tak lepas dari pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam sektor pertanian itu sendiri.


Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo meminta agar generasi muda dapat mengambil peranan dalam pembangunan pertanian. Mentan SYL optimistis kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif akan mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.


SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai institusi pendidikan vokasi di bawah naungan Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas lulusannya. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kualitas Teaching Factory (TEFA) karena melalui TEFA, peserta didik akan dapat meningkatkan kompetensinya sebagai wirausaha dan memiliki kesiapan untuk terjun di dunia industri yang sebenarnya.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan Kementan melalui SMK-PP, Politeknik atau pendidikan vokasi, akan terus berupaya menghasilkan SDM yang professional, berjiwa wirausaha, dan SDM yang mempunyai daya saing tinggi.


"Salah satu indikasi keberhasilan dari pendidikan vokasi Kementan adalah output atau alumninya dapat diserap oleh Dunia Usaha atau Dunia Industri (DuDi). Untuk itu kami menerapkan teaching Factory/teaching farm (TEFA) dimana model pembelajaran dalam suasana sesungguhnya (tempat kerja) dan bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan kewirausahaan peserta didik atau lulusan sesuai dengan kebutuhkan DuDi," tegasnya.


Seperti diketahui SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Kementan telah menggelar Pelatihan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang dilaksanakan di SMK-PP N Banjarbaru. Dimana pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas petugas atau tenaga lahan praktek dalam mendukung pembelajaran dan teaching factory di SMK-PP Negeri Banjarbaru.


Selama 4 hari terhitung sejak Rabu, (19/1/2022), Pelatihan ini sendiri diikuti oleh 8 peserta yang merupakan Petugas dari 4 Lahan Praktek SMK-PP N Banjarbaru, yaitu Guntung Lua, H. Idak, Guntung Payung, dan Cempaka.


Seperti apa manfaat pelatihan ini bagi peserta yang merupakan petugas lahan praktek SMK-PP Negeri Banjarbaru. Peserta kali ini sendiri mendapatkan materi dari tenaga professional bidang Alsintan yaitu Reza Prahmana Saputra dari CV. Putra Medium (Service And Part Contruction) dari Kota Banjarbaru.


Diawali oleh Ajma, selaku petugas lahan praktek Cempaka, “Terima kasih kepada Kementan melalui SMK-PP N Banjarbaru, diberi kesempatan untuk melakukan pelatihan John Deer, eskavator, blower, pemasangan musa, sehingga kami semakin mengenal dan mempraktekannya guna mendukung Tefa di SMK-PP N Banjarbaru”, Ujarnya.


Dilanjutkan oleh Abdul Latif, yang merupakan petugas lahan praktek di Guntung Lua, “Pelatihan ini bermanfaat dan mempermudah bagi saya seperti pemasangan mulsa dengan Alsintan, dan pelatihan blower seperti penyemprotan untuk fungisida menjadi lebih mudah dan tentunya tata cara perawatan alsintan, sehingga setelahnya dapat kami aplikasikan dan ajarkan kepada siswa”, Terangnya.


8 peserta sendiri kali ini mendapatkan materi yang diberikan berupa materi pengenalan alat, mengoprasikan alat, membuat jadwal maintenance, sampai melakukan maintenance pada alat whrel loader, mini excavator, mist blower, dan traktor pemasang mulsa.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru