Tanggal : 03/08/2022, 07:59:36, dibaca 2294 kali.

KEMENTAN TINGKATKAN KAPASITAS PETANI DI LOKASI FE PULANG PISAU


Pulang Pisau, - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menargetkan peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap perubahan iklim (climate change). Menghadapi suatu tantangan yang ada dan kondisi yang unpredictable seperti climate change dan tentu dampak pandemi Covid-19, climate change seperti ini baru kita hadapi.

Maka guna mendukung dan melanjutkan program tersebut Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yaitu SMK-PP Negeri Banjarbaru melaksankan Bimbingan Teknis bagi petani dan penyuluh berupa Pengembangan Desa Mitra Bererointasi Regenerasi Petani, khususnya di lokasi Food Estate di Kalimantan Tengah.

Bimtek kali ini bertempat di BPP Kec. Kahayan Hilir, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang dilaksankan Sabtu, (5/3/2022). Untuk narasumber kali ini menundang Abdul Sabu dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan (BPTP Kalsel), dengan materi berupa “Pembuatan Pakan Ternak”.

Hadir dan membuka Bimtek ini, Kasubag Tata Usaha SMK-PP N Banjarbaru, Isnanto Purwokusumo menyampaikan, “Desa mitra berorientasi regenerasi petani di wilayah food estate di Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, harus di persiapkan dengan Sektor Pertanian, Kwalitas sumberdaya Manusia dan Keberhasilan Pembangunan Pertanian”, Jelasnya.

Isnanto menambahkan, melalui Bimtek ini nantinya diharapkan petani dapat mengetahui kandungan pembuatan pakan ternak, Petani bisa mengaplikasikan cara pembuatan pakan ternak, dan Meningkatkan hasil ternak yang berkualitas baik”, Terangnya.

Kegiatan kali ini diikuti 25 orang peserta, yang terdiri dari Gapoktan, Ketua Kelompok Tani, Petani Ternak Itik, serta para Penyuluh BPP Kec. Kahayan Hilir.


Mentan SYL menyebut Indonesia bangsa besar dengan 273 juta orang, dan berkeyakinan insan pertanian pasti bisa melewati dan menghadapi serta beradaptasi terhadap situasi climate change ini.

Menurutnya, Pertanian Indonesia didukung aspek yang banyak. “Alam Indonesia sudah menjanjikan, orang kita banyak, teknologi, pelatihan, research, hanya tinggal ketekunan- ketekunan yang harus dilakukan,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menambahkan, saat ini dunia didera oleh dampak perubahan iklim dan pandemi Covid 19 yang hingga kini belum usai.

“Diharapkan dengan pelatihan ini dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, serta memanfaatkan teknologi mutakhir melalui optimalisasi peran petani dan penyuluh dalam pencapaian program swasembada pangan, di provinsi, kabupaten dan kecamatan," kata Dedi mengikuti arahan Bapak Presiden Joko Widodo.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru