Tanggal : 03/15/2022, 07:14:16, dibaca 2655 kali.
KEMENTAN LATIH PETERNAK DI FE SEBANGAU KUALA, PULPIS

Pulang Pisau, - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot peningkatan kapasitas dan kualitas SDM Pertanian, terutama petani milenial melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh yang dilakukan di sejumlah kabupaten di Indonesia.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) nya, SMK-PP Negeri Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh yang berorientasi pada regenerasi petani di wilayah Kalimantan Tengah.
Bimtek bagi petani dan penyuluh yang berorientasi pada regenerasi petani, kali ini digelar di wilayah Kec. Sebangau Kuala, Kab. Pulang Pisau, lebih tepatnya BPP. Sebangau Kuala yang dimulai Rabu, (9/3/2022).
Selama 2 hari pertani diberi pelatihan tentang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), yang kali ini diberikan oleh penyuluh dari Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah,
Adriansyah.
Pada sambutan pembukaan, Kepala SMK-PP N Banjarbaru, menjelaskan,"Berdasarkan Pendamping FE dan Penyuluh di wilayah tersebut banyak terserang penyakit, sehingga perlu di lakukan menambah dan meningkatkan keterampilan, sehingga bila terjadi gangguan hama penyakit petani harus bisa mengendalikan", Terangnya.
Lanjut Koordinator BPP Sebangau Kuala, Sumardoko, "Berterima kasih karena di beri kesempatan untuk melaksanakan BIMTEK guna menambah keterampilan dan pengetahuan", Ujarnya.
Terakhir dari Camat Sebangau Kuala, Sugianto yang juga membuka Bimtek mengatakan, "Kami senang adanya Bimtek ini guna mengembangkan daerah dengan mengikuti berbagai bimtek atau pelatihan guna mempercepat dan mendorong perkembangan daerah", Terangnya.
Adapun jumlah 27 peserta yang terdiri dari petani dan penyuluh, dimana mendapatkan materi dari BPTP Kalteng, baik teori dan praktek. Kali ini peserta diberikan materi berupa Identifikasi OPT dan musuh alami, Pengendalian OPT di lahan rawa, dan Teknik pengenalan OPT.
Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ( Mentan SYL) bahwa mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian yang profesional dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi maupun sertifikasi profesi salah satunya untuk penyuluh.
Pasalnya, penyuluh menjadi garda terdepan dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas yang berdaya saing guna mewujudkan pencapaian swasembada pangan dan penerapan teknologi pertanian yang modern.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa ada 3 faktor yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, diantaranya penerapan inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, peraturan perundang-undangan dan peran SDM Pertanian.
“Dari 3 faktor tersebut ternyata peran SDM pertanian sangatlah besar yaitu sekitar 50% dalam memberikan kontribusi terhadap produktivitas pertanian, khusunya para praktisi pertanian dan petani milenial, “ ujar Dedi Nursyamsi.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
- Berita Lainnya
-
PARTISIPASI SEKOLAH DALAM GERAKAN ASRI
Tanggal : 02/08/2026, 14:44:54
-
DPR & MENTAN: SWASEMBADA PANGAN TERCAPAI LEBIH CEPAT DARI TARGET PRESIDEN
Tanggal : 02/04/2026, 14:50:52
-
KEMENTAN PASTIKAN STOK PANGAN STRATEGIS AMAN JELANG RAMADHAN 1447 H
Tanggal : 02/04/2026, 14:49:48
-
TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN DONGKRAK PRODUKTIVITAS, SOPPENG CAPAI 10,4 TON/HA
Tanggal : 02/03/2026, 14:59:16
-
NAIK 13,29 %, BPS RILIS ANGKA TETAP PRODUKSI BERAS 2025 CAPAI 34,69 JUTA TON
Tanggal : 02/03/2026, 14:53:44