Tanggal : 02/23/2023, 14:49:48, dibaca 1945 kali.

KEMENTAN SIAPKAN PELATIHAN GENTA ORGANIK DI KALTIM


KALTIM, - Genta Organik merupakan suatu gerakan pertanian pro organik yang meliputi  pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah  sebagai solusi terhadap masalah pupuk mahal. Gerakan ini mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, hayati dan pembenah tanah secara mandiri.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para petani seluruh Indonesia, menurutnya pupuk organik sangat dibutuhkan selain karena pupuk subsidi yang ada saat ini jumlahnya sangat terbatas.


“Belum lagi bahan baku seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya, jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat”. jelas SYL.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan “Genta Organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupuk anorganik (kimia), melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebih atau mengikuti konsep pemupukan berimbang.”

Dedi menyarankan kepada para petani untuk mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia sebagai bukti kepedulian kepada lingkungan dan ekosistem.

“Stop penggunaan pupuk kimia berlebihan, karena berdampak buruk seperti menimbulkan penyakit bagi tanaman dan juga pemborosan biaya produksi, solusinya tetap perlunya pemupukan berimbang” tegasnya.


SMK-PP Negeri Banjarbaru selaku UPT dari BPPSDMP Kementan bersama UPTD BPPSDMP Sempaja, Kalimantan Timur (Kaltim) berkoordinasi dalam rangka pelaksanaan SL dalam waktu dekat ini.


Bertemu di ruang pertemuan UPTD BPPSDMP Sempaja, Kaltim, Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Budi Santoso meyarankan agar kegiatan SL kiranya segera dilaksanakan agar para petani yang nantinya menjadi peserta SL dapat segera mengimplementasikan genta organik sehingga manfaatnya bias dirasakan petani sebagai solusi atas kelangkaan pupuk dan mahalnya harganya pupuk, Senin (20/2/2023).


Menyambut arahan dari Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Kepala UPTD BPPSDMP Sempaja, Ida membeberkan akan segera melaksanakan sekolah lapang pada bulan April 2023. Setelah selesai panen pada calon lokasi SL. Dimana sebelumnya pada bulan Maret akan diagendakan sosialisasi dan rembug tani.


“Lokasi SL ada di dua titik, yaitu di BPP Mitra Tani Sambutan Jl. H.Jumadi RT 15 No.02, Kelurahan Makroman Kota Samarinda dan di BPP Anggana Jl.Provinsi Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.” Kata Ida.


Sekolah lapang merupakan  proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya yang ada secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usaha tani lebih efisien berproduktifitas tinggi dan berkelanjutan.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru