Tanggal : 07/27/2023, 08:26:43, dibaca 2038 kali.

KEMENTAN TINGKATKAN KAPASITAS FASILITATOR PEMUDA KALSEL


BANJARMASIN, - Pemerintah Indonesia telah meminta International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk mendukung anggaran transformasi berkelanjutan di daerah pedesaan melalui Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikelola oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sebagai National Project Management Unit (NPMU), yaitu melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Services (YESS)


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian. Menurutnya milenial harus  berani menjadi petani atau mendirikan starup pertanian.


"Usaha pertanian itu paling pasti untuk dilakukan. Selain untuk ekonomi, bisa juga membuka lapangan kerja. Coba bandingkan dengan usaha tambang yang membutuhkan waktu 10 tahun - 20 tahun baru bisa mendatangkan hasil. Kuncinya adalah ada kemauan dan pintar dalam membaca peluang," ujar Mentan Syahrul.


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan sudah saatnya pertanian dikelola generasi milenial. “Menggunakan kreativitas dan inovasinya. Sehingga, pertanian ke depan menjadi modern. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, tetapi juga berorientasi ekspor,” paparnya.


Kementan melalui SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Kalimantan Selatan dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (Yess) terus menggencarkan dan memaksimalkan salah satu program dari Kementan bersama IFAD ini untuk sebagai salah satu program regenerasi petani.


SMK-PP Negeri Banjarbaru kali ini mengundang Fasilitator Muda (Fasmud) dari wilayah Program Yess di Kalsel untuk melakukan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Pemuda di Hotel Rattan Inn Banjarmasin selama 3 hari terhitung sejak Kamis, (20/7/2023).


Ke-64 Fasilitator Muda dari 3 kabupaten Program Yess, yaitu Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. Kegiatan ini sendiri untuk meningkatkan kapasitas Fasilitator Pemuda dalam pendampingan dan memfasilitasi pemuda pedesaan penerima manfaat Program YESS.


Membuka kegiatan ini Project Manajer PPIU Kalsel, Angga Tri Aditia P. menyampaikan agar Fasilitator Muda tetap melakukan kontrol kepada para Penerima Manfaat Program Yess.


“Kami harap Fasmud Muda melakukan controling terhadap Penerima Manfaat yang sudah diajak pada kegiatan jejaring pemasaran, dan selalu di monitoring perkembangan usaha. Sebab Tantangan bagi para petani bukan hanya market, tapi bagaimana agar bisa masuk ke market tersebut dengan memperhatikan, produktifitas, kualitas, kuantitas dan kontinuitas”, Terang Angga.


Lanjut Angga, “Dengan adanya IKN yang akan menjadi daerah khusus, sehingga semua barang konsumsi yang masuk ke IKN juga khusus, maka diharapkan benefit dari program Yess dapat masuk di area pasar IKN. Sehingga Fasmud harus mampu mengarahkan para Penerima Manfaat Program Yess untuk melengkapi syarat usaha PM, dari ijin usaha sampai label halal”, Tambahnya.


Melalui kegiatan ini Fasilitator Muda dilatih menggunakan aplikasi LMS, membuat community based dan mengakses LMS. Selain itu juga Fasmud diharapkan untuk melaporkan dan mengupdate data penerima manfaat Program Yess.


Fasmud juga diharapkan dapat mengajak petani dan peternak untuk berubah dari agriculture menjadi agribusiness. Serta memberikan informasi kepada penerima manfaat Program Yess terkait adanya penggunaan pupuk alami dengan program Genta Organik, adanya Climate Change, El Nino, perang di Ukraina, kelangkaan pupuk.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru