Tanggal : 08/23/2023, 08:44:56, dibaca 1863 kali.

PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK BISNIS PETANI MILENIAL


Banjarbaru, - Pemerintah Indonesia telah meminta International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk mendukung anggaran transformasi berkelanjutan di daerah pedesaan melalui Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikelola oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sebagai National Project Management Unit (NPMU), yaitu melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Services (YESS)


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian. Menurutnya milenial harus  berani menjadi petani atau mendirikan starup pertanian.


"Usaha pertanian itu paling pasti untuk dilakukan. Selain untuk ekonomi, bisa juga membuka lapangan kerja. Coba bandingkan dengan usaha tambang yang membutuhkan waktu 10 tahun - 20 tahun baru bisa mendatangkan hasil. Kuncinya adalah ada kemauan dan pintar dalam membaca peluang," ujar Mentan Syahrul.


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan sudah saatnya pertanian dikelola generasi milenial. “Menggunakan kreativitas dan inovasinya. Sehingga, pertanian ke depan menjadi modern. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, tetapi juga berorientasi ekspor,” paparnya.


Kementerian Pertanian (Kementan) terus mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), yang dijalankan pada 4 provinsi di Indonesia, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.


SMK PP Negeri Banjarbaru sebagai salah satu pelaksana Program Yess atau Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Kalimantan Selatan kembali menggelar Advance Training berupa  Bimbingan Teknis Bagi Wirausaha Pemula (Basic Training and Advanced Training for Start-Up Young Entrepreneurs).


Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru selama 2 hari sejak Senin, (21/8/2023). Adapun tema yang di ambil “Pemanfaatan Digital Marketing Untuk Bisnis” yang diikuti oleh 25 orang Penerima Manfaat Program Yess di Kalimantan Selatan.


Hadir dan membuka kegiatan, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso berharap dari peserta ini ada yang menjadi pengusaha pertanian yang sukses dan membantu petani yang lainnya. Serta harus bisa beradaptasi dengan keadaan sekarang, menfaatkan teknologi, media social dan jaringan.


“Kalian sudah punya produk, jadi melalui kegiatan ini mudah-mudahan membawa manfaat dan outpunya adalah kalian bisa membuat digital marketing sehingga dapat menambah jumlah pelanggan dan penghasilan bagi kalian semua”, Ujar Budi.


Lanjut Budi, “Kemarin kita baru saja memperingati HUT RI ke 78 dengan tema Terus Melaju Untuk Indonesia Maju, harapannya Indonesia bisa menjadi negara Maju, yang syaratnya minimal 4% sampai 10% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha, Kita masih 3,6%, tentunya kita harus mendongkraknya, seperti kalian ini menjadi pengusaha besar di bidang pertanian”, Pungkasnya


Adapun 25 peserta terdiri dari 10 orang dari Kabupaten Banjar, 13 orang dari Kabupaten Tanah Laut, dan 2 orang dari Kabupaten Tanah Bumbu. Peserta sendiri merupakan petani milenial yang bergerak di berbagai komoditas seperti tanaman pangan, holtikultura, produk olahan, peternakan, dll


Mereka mendapatkan materi dari praktisi di digital marketing yaitu Hasan Basri dari Tim Agus Sasirangan. Adapun materi yang di dapat berupa Materi Pengelolaan & Optimasi social media, Materi Konten Foto Produk, Praktek Bikin Konten Foto Produk, Preview Hasil Praktek Foto Produk, Materi Pengelolaan & Optimasi social media, Materi Konten Foto Produk, Praktek Bikin Konten Foto Produk, Dan Preview Hasil Praktek Foto Produk.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru