Tanggal : 10/05/2023, 07:07:24, dibaca 1658 kali.
SEKOLAH LAPANG GENTA ORGANIK BAGI PETANI BARSEL, KALTENG

Barito Selatan - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menggaungkan penggunaan pupuk organik. Melalui Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik), Kementerian Pertanian terus mendorong petani untuk melakukan pemupukan berimbang, menggunakan pestisida nabati serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru turut bergerak melakukan pengawalan dan pendampingan genta organik, salah satunya melalui pendampingan kegiatan Sekolah Lapang (SL) Genta Organik.
Pendampingan dilakukan di salah satu wilayah koordinasi SMK-PPN Banjarbaru yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satu bentuk pengawalan dan pendampingan tersebut dilakukan melalui kegiatan Farmer Field Day (FFD) yang digelar di Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah pada Sabtu (30/9) lalu.
Koordinator BPP Gunung Bintang Awai, Rapnianto menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian dan Dinas terkait atas dukungan dan terlaksananya SL ini.
“Dengan SL ini, petani dan penyuluh kami mendapat tambahan pengetahuan, sehingga dapat menekan biaya produksi. Pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan panen perdana pada periode Asep (April-September) dimana petani di sini sebelumnya hanya menanam pada periode Okmar (Oktober-Maret). Harapan nantinya, dengan genta organik ini, petani bisa menyepakati peningkatan periode tanam yang semula IP1 menjadi IP2.” Papar Rapnianto.
Mewakili Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Slamet Riadi menerangkan kegiatan SL Genta Organik ini dihadirkan sebagai salah satu solusi dari permasalahan kelangkaan pupuk akibat dampak dari beberapa kondisi yang terjadi secara global.
“Kegiatan SL Genta Organik ini dihadirkan sebagai salah satu solusi dari permasalahan langka dan mahalnya pupuk sebagai akibat dan dampak dari beberapa kondisi yang terjadi secara global” Kata Slamet yang merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri.
“Selain itu, dikesempatan ini juga kami menyarankan untuk mengoptimalkan lahan dengan cara menanami pada areal pematang sawah tanaman yang bernilai ekonomi namun tahan kekeringan, seperti pisang, keladi dll. Selain hasilnya bisa dijual dalam bentuk mentah, juga dapat diolah menjadi makanan yang mempunyai nilai tambah.” Sambungnya.
Kegiatan FFD ini dihadiri 50 orang peserta yang terdiri dari Petani dan Penyuluh. Selain itu, turut hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kab. Barsel, Kabid. Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Koordinator BPP Gunung Bintang Awai.
Seerti diketahui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo atau yang akrab disapa SYL mengatakan bahwa kunci meningkatkan produksi pertanian adalah memelihara kesuburan tanah. Kesuburan tanah dapat dipelihara secara berkelanjutan dengan menggunakan pupuk organik.
"Kita berharap produksi kita akan meningkat jauh bahkan melonjak dari sebelumnya. Caranya satu, perbaiki pupuk kita sekarang jangan pakai pupuk kimia saja, tetapi lebih banyak pupuk organik," kata Mentan Syahrul.
Meski demikian, SYL menekankan bahwa penggunaan pupuk kimia masih ditoleransi asalkan tidak berlebihan. Kalau mau pakai pupuk kimia tidak perlu banyak, sehingga efek sampingnya bisa kita kurangi. Disisi lain cost produksi bisa ditekan maka keuntungan petani bisa meningkat, di sinilah Genta Organik berperan. Petani dan lahan pertanian menunggu langkah-langkah perbaikan, yang mampu menyelamatkan pertanian Indonesia," kata Mentan Syahrul.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan genta organik memaksimalkan pestisida nabati, pembenah tanah, pupuk organik sesuai permintaan tanaman dengan pemupukan berimbang.
“Kalau kita tidak bijak dalam pemanfaatan pupuk kimia, agrokimia, pestisida maka tanah dan air kita akan menangis. Cara bijak yang dilakukan dapat melalui genta organik yang dapat menyelamatkan bumi”. ujar Dedi Nursyamsi.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
- Berita Lainnya
-
SISWA XII TP. 2025/2026 SELESAIKAN MAGANG DI IDUKA
Tanggal : 12/11/2025, 07:22:42
-
BANTUAN BERAS BUAT SUMATERA, KINI SUDAH MENCAPAI 16 MILYAR
Tanggal : 12/08/2025, 13:20:21
-
OUTBOUND KELUARGA BESAR SMK-PPN BANJARBARU 2025
Tanggal : 12/07/2025, 13:04:28
-
PANEN JAGUNG BERSAMA SMKPPN BANJARBARU & POLRES BANJARBARU
Tanggal : 12/05/2025, 07:05:21
-
SEKOLAH LAKSANAKAN PENILAIAN SUMATIF SEMESTER GANJIL TP. 2025/2026
Tanggal : 12/03/2025, 11:26:52