Tanggal : 12/07/2023, 06:46:46, dibaca 1562 kali.

PERKUAT EKOSISTEM KLUSTER PERTANIAN UNTUK PETANI MUDA


Banjar, - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong proses regenerasi petani dan mendorong pengembangan usaha pertanian melalui akses permodalan khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang disupport oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD), sebuah lembaga pembiayaan internasional dibidang pertanian, Kementan terus meningkatkan minat generasi muda untuk berwirausaha dibidang pertanian


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengingatkan pentingnya akses permodalan bagi para pelaku bisnis pertanian.


"Permodalan menjadi faktor penting dalam kegiatan usaha para petani milenial. Penting sebagai upaya mereka dalam mengembangkan skala usaha mereka,untuk itu akses permodalan, khususnya KUR harus terus diupayakan”. jelas Dedi.


Kementan terus memasifkan informasi mengenai akses KUR bagi Petani Milenial, yang kali ini di lakukan oleh Unit Pelaksana Teknisnya SMK-PP Negeri Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) YESS Programme Kalimantan Selatan.


SMK-PP Negeri Banjarbaru kali ini mengadakan Millenial Agriculture Forum (MAF) edisi Tani Akur tema: “Penguatan Ekosistem Kluster Pertanian untuk Kelayakan Pengajuan Permodalan”. MAF disiarkan langsung secara daring dari P4S Patra Mandiri, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (06/12/2023).


Hadir membuka webinar, Project Manajer PPIU Kalsel, Angga Tri Aditia Permana, menyampaikan kegiatan MAF ini semoga bermanfaat dan motivasi bagi petani milenial dalam menjalankan usahanya.


“Semoga forum ini kedepan dapat dilanjutkan oleh BDSP, dalam hal ini P4S secara mandiri dengan pola-pola yang ada, tidak harus zoom dll. Intinya mempertemukan offtaker, pengusaha yang kemudian dapat bermitra dengan petani milenial di sekitar mereka.”, Ujarnya Angga.


Kedua ada pihak pemberi modal atau yang dapat memberi akses permodalan bertemu di forum ini. Selain diskusi juga ada bisnis matching antara petani yang perlu mitra dengan offtaker yang perlu mitra yang kontinyu perlu mitra petani”, Tambahnya.


Lanjut Angga memaparkan, “Kegiatan ini juga digunakan sebagai peningkatan literasi keuangan, tidak hanya berbicara tentang pencatatan keuangan. Tetapi bagaimana kita mengakses keuangan itu sendiri, melihat, memilih akses pemodalan mana yang bisa dimanfaatkan oleh petani”, Pungkasnya.


MAF Rabuan ini sendiri mengundang 5 narasumber diantaranya pertama Normadiah selaku Kasubbag Perekonomian TPKAD, Kabupaten Banjar. Kedua, Dedi Nurmadi, selaku Kepala Bidang Bappedalitbang Kab. Banjar. Ketiga, Misrani seorang Offtaker Gapoktan Kayuh Beimbai. Keempat, yaitu Rifani Hernadi dari BPP Simpang Empat Kabupaten Banjar, Terakhir, Saukani sebagai Local Champion Penerima Manfaat Program YESS dari Kabupaten Banjar.


Diawali Dedi Nurmadi memaparkan terkait Program Yess yang ada di Kabupaten Banjar. Ia memaparkan, sebagai tim koordinasi DCT dalam Program Yess, telah merumuskan, membantu terkait kebijakan khususnya hari ini penguatan ekosistem kluster pertanian, untuk kelayakan permodalan. Sebab, sektor pertanian merupakan penyumbang dana di Kabupaten Banjar, mengalahkan tambang.


Lanjut Normadiah dari Perekonomian TPKAD, Kabupaten Banjar menyampaikan, petani muda dari Kabupaten Banjar dapat mengajukan modal melalui Program Kurma Manis. Berupa akses permodalan untuk pengembangan usaha yang memiliki bunga 0%, namun harus memiliki usaha minimal sudah berjalan 6 bulan.


Pemateri ketiga BPP Simpang Empat, Rifani Hernadi menjelaskan harapan kedepannya sektor pertanian terus maju, melalui peran kelembagaan petani, untuk memudahkan pembinaan dan penumbuhan petani oleh Balai Penyuluhan Pertanian.


Pemateri kemudian dari Misrani seorang Offtaker, pihaknya mengajak petani muda untuk melakukan budidaya hortikultura dan jangan takut untuk menjual kepadanya. Ia mengajak untuk menjalin Kerjasama dengannya, karena mereka ada 2 koperasi yaitu permodalan dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP).


Terakhir dari Saukani seorang petani tomat, timun dan terong, awalnya Ia adalah pekerja di sektor tambang, namun terkena PHK. Kemudian di 2020 Ia ikut Program Yess sebagai penerima Manfaat untuk Permagangan Bersertifikat di P4S Patra Mandiri. Sekarang Ia melanjutkan usaha pertanian dengan melakukan budidaya sistem hidroponik. Selain itu sekarang tempatnya usahanya sebagai tempat pemagangan dari peserta Permagangan Bersertifikat di 2023.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru