Tanggal : 08/28/2015, 14:13:28, dibaca 4714 kali.

SOSIALISASI OLEH BADAN PENANGGULANGAN AIDS


Banjarbaru, (28/8/15) Jumat pagi SMK-PP Negeri Banjarbaru kedatangan anggota Badan Penanggulangan Aids (BPA) kota Banjarbaru untuk melakukan sosialisasi tentang masalah AIDS khususnya di Banjarbaru. Pada kali ini anggota BPA kota Banjarbaru yang datang ialah Bpak Edi Sampana. Bapak Edi memberikan materi tentang cara penularan, pencegahan dan dampak dari AIDS. Sosialisasi kali ini pesertanya ialah para guru dan karyawan SMK-PP N Banjarbaru.

   Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan belum ada obat untuk menyembuhkannya, sedangkan virusnya disebut Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV). Menurut Bapak Edi Sampana penularan virus HIV/AIDS dapat melalui melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam  atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

   Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Bahkan menurutnya, dapat ditularkan melalui sikat gigi dan cukur, namun apabila kita memakai barang orang yang positif AIDS dan barang tersebut terkena lapisan kulit kita yang terluka. Dijelaskan juga bahwa kondom tidak 100% dapat mencegah penularan HIV/AIDS.

   Sosialisasi ini menjelaskan bahwa di kota Banjarbaru 75% penularan melalui hubungan badan baik pasangan sah atau tidak sah. dari 75% tersebut yang 14% merupakan pasangan sah atau menikah. Dijelaskan juga oleh bapak edi sampana, bahwa usia penularan atau tertular di kota Banjarbaru merupakan usia produktif yaitu dari umur 15 sd 24 tahun. Dampak tersebut juga tidak langsung diketahui apakah kita tertular AIDS atau tidak, karena perlu 3 bulan setelah kita merasa terkena virus tersebut.

   Maka dengan data tersebut pihak badan penanggulangan AIDS kota Banjarbaru gencar melakukan sosialisasi terhadap sekolah, masyarakat, kelompok dan tentunya komunitas atau individu yang riskan tertular AIDS. Maka, dengan itu BKA mengharapkan agar kita hidup sehat dan tetap mengkuti norms-norma agama sebagai benteng pertahanan kita. (WD)

Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru