Tanggal : 08/18/2020, 13:34:55, dibaca 4149 kali.

LANJUT PANEN TOMAT LAHAN H. IDAK


Banjarbaru, - Setelah menunggu 3 sd 4 minggu akhirnya budidaya tomat di lahan praktek SMK-PP N Banjarbaru yang di budidayakan oleh guru SMK-PP N Banjarbaru, Arni Setyo Priambodo, seorang guru produktif bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura akhirnya telah masuk masa panen.


Dikunjungi di lahan praktek selasa, (18/8), Arni menjelaskan panen kali ini sama dengan luas yang ditanam, “Tomat yang saya panen kali ini sama dengan dengan luas lahan yang ditanam, kurang lebih dengan luas 600 m2 yang berada di lahan praktek H. Idak”, Ujarnya.


Hasil panen ini Arni menjual dengan harga dibawah pasaran namun dengan kualitas yang sama, “Tomat ini saya jual dengan harga 5000 sd 7000 per Kg nya, tergantung kualitasnya”, Jelasnya.


Hasil panen ini, selain pembeli bisa datang langsung ke lahan untuk memetik dan membeli langsung, hasil panen ini juga dijual ke berbagai konsumen, “Hasil tomat ini biasanya dijual ke pengepul, rumah sayur, rumah makan dan secara online”, Ungkap Arni.


Kenapa memilih tomata untuk ditanam, Arni menjelaskan bahwa, “Menanam komoditas ini prediksi awal mengikuti kalender tanam yang sudah di buat, bahwa harga akan stabil pada bulan ini (Agustus)”, Ujar Arni.


Sehingga,  “untuk kwantitas dan kualitas diluar espektasi kami dengan luas hanya demikian sampai ini panen sudah mencapai 800 kg lebih”, Pungkas Arni menjelasakan.


Kegiatan pertanian diatas merupakan dukungan atas arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang di beberapa kesempatan mengungkapkan bahwa sektor Pertanian merupakan salah satu sektor nonmigas yang bertahan dari berbagai gejolak dan ancaman krisis, sebab saat ini sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19.


“Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian”, ujar SYL.


Ditegaskan oleh Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa dalam menghadapi situasi di tengah wabah COVID-19 ini, ia menegaskan pertanian merupakan garda terdepan pencegahan infeksi Covid-19, karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. (wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru