Tanggal : 08/02/2021, 15:23:26, dibaca 3195 kali.
60 CPCL MULAI IKUTI MAGANG PROGRAM YESS

BANJARBARU - Kementerian Pertanian mendukung upaya percepatan regenerasi petani di Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satunya, memaksimalkan peran SMK PP Negeri Banjarbaru, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).
Kali ini SMK PP Negeri Banjarbaru melanjutkan Program Yess dengan melakukan pengantaran dan penyerahan peserta magang ke beberapa lokasi yang telah bekerjasama untuk pemagangan bagi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Program Yess di Kalimantan Selatan, dimulai sejak Rabu, (28/7/2021) sd Minggu, (1/8/2021).
Peserta berjumlah 60 peserta ini diantarkan dan diserahkan oleh SMK-PP N Banjarbaru kepada mitra yang menjadi tempat pemagangan. Dimana mereka akan magang kurang lebih selama 3 bulan di 8 lokasi yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan.
8 lokasi magang tersebut diantaranya berada di PT. Buana Karya Bhakti (Tanah Bumbu). CV. Kambat Jaya (Batola), CV. Anugrah 3 Putra (Banjarbaru), P4S Ushuludhin (Tanah Laut), P4S Patra Mandiri (Banjar), P4S Tuntung Pandang (Tanah Laut), P4S Sekar Rahayu Agro (Tanah Bumbu), dan PT Siska (Tanah Bumbu).
Selain itu terpilihnya 60 peserta magang dari CPCL Program Yess di Kalsel ini tentunya sesuai dengan pilihan bidang pelatihan yang telah mereka pilih pada saat pendataan CPCL program YESS sebelumnya.
Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso menjelaskan tujuan magang ini untuk membekali peserta dari Program Yess, “Pemagangan ini untuk membekali peserta Program Yess yang pesertanya pemuda untuk menjadi dua hal utama yaitu sebagai Job Creator dan Job Seeker, khusunya di bidang pertanian”, Jelasnya.
Lanjut Budi menambahkan, “Pemagangan ini dilaksanakan selama 3 bulan, sehingga diharapkan dengan waktu yang panjang ini peserta agar dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya”, pungkasnya.
Sebab, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian. Menurutnya milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan starup pertanian.
"Usaha pertanian itu paling pasti untuk dilakukan. Selain untuk ekonomi, bisa juga membuka lapangan kerja. Coba bandingkan dengan usaha tambang yang membutuhkan waktu 10 tahun - 20 tahun baru bisa mendatangkan hasil. Kuncinya adalah ada kemauan dan pintar dalam membaca peluang," ujar Mentan Syahrul.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan sudah saatnya pertanian dikelola generasi milenial.
“Menggunakan kreativitas dan inovasinya. Sehingga, pertanian ke depan menjadi modern. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, tetapi juga berorientasi ekspor,” paparnya.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
- Berita Lainnya
-
PARTISIPASI SEKOLAH DALAM GERAKAN ASRI
Tanggal : 02/08/2026, 14:44:54
-
DPR & MENTAN: SWASEMBADA PANGAN TERCAPAI LEBIH CEPAT DARI TARGET PRESIDEN
Tanggal : 02/04/2026, 14:50:52
-
KEMENTAN PASTIKAN STOK PANGAN STRATEGIS AMAN JELANG RAMADHAN 1447 H
Tanggal : 02/04/2026, 14:49:48
-
TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN DONGKRAK PRODUKTIVITAS, SOPPENG CAPAI 10,4 TON/HA
Tanggal : 02/03/2026, 14:59:16
-
NAIK 13,29 %, BPS RILIS ANGKA TETAP PRODUKSI BERAS 2025 CAPAI 34,69 JUTA TON
Tanggal : 02/03/2026, 14:53:44