Tanggal : 11/02/2021, 08:52:12, dibaca 3519 kali.
KEMENTAN GELAR PELATIHAN LITERASI BIDANG PERTANIAN

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat literasi bidang pertanian. Dalam kerangka itu, Kementan menggelar Webinar dengan tema “Literasi Informasi Bidang Pertanian”, Jumat (22/10/2021).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, dalam era 4.0 pertanian tak lagi hanya mengandalkan peralatan tradisional belaka. Namun, pertanian telah memanfaatkan inovasi teknologi dan mekanisasi pertanian. “Pertanian juga saat ini telah menjelma menjadi sektor yang menjanjikan. Pertanian itu bisnis,” kata Mentan SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa literasi sektor pertanian menjadi hal penting untuk ditingkatkan.
Hal itu mengingat pertanian semakin kompleks. Di dalamnya tak hanya melulu bicara pertanian tradisional, namun juga ada sektor bisnis, perbankan, korporasi dan lain sebagainya. “Sehingga literasi pertanian ini menjadi hal penting untuk terus ditingkatkan. Literasi pertanian ini bagian dari peningkatan kapasitas SDM insan pertanian,” kata Kepala Badan.
Webinar ini mengundang peserta diantaranya widyaiswara, dosen, guru, pranata humas, penyuluh dan pustakawan. Untuk narasumber mengundang Riko Bintari serta Juznia Andriani dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementan.
Bertempat di Gedung Pusat Kementan, Sekretaris Badan PPSDMP Kementan, Siti Munifah yang hadir memberikan arahan dalam acara tersebut menyampaikan, informasi merupakan kebutuhan pokok setiap individu dalam menjalani kehidupannya.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di era 4.0, informasi dapat dihasilkan dalam sekejap mata dan dapat diakses di mana saja, sehingga menyebabkan ledakan informasi.
Dikatakannya, keterampilan literasi informasi ini merupakan pembelajaran seumur hidup, di mana pada dasarnya literasi informasi bukan kemampuan atau keterampilan baru, namun pada era keterbukaan informasi, literasi informasi merupakan tuntutan keterampilan yang harus dimiliki.
“Keluasan informasi pertanian yang ada, melalui berbagai macam media, mulai dari media interpersonal, media kelompok, media massa, media sosial,” ujarnya.
Bahkan, media baru platform perlu sejajar dengan kemampuan petani dalam mengakses informasi tersebut agar muncul peningkatan kapasitas dan kapabilitasnya dalam menjalankan kinerjanya, terutama dalam mendukung pembangunan pertanian.
Lanjut Riko Bintari memaparkan, “Kemampuan literasi informasi pertanian ini sangat diperlukan oleh para pejabat fungsional seperti penyuluh pertanian, pranata humas, dosen dll, maka Perpustektan hadir menjebatani kebutuhan itu”, Ujarnya.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
- Berita Lainnya
-
PENGARAHAN PERSIAPAN TKA BAGI SISWA XII TA. 2026/2027
Tanggal : 10/09/2026, 20:00:05
-
BRIGADE PANGAN PETANI KEREN, PANEN DI TENGAH KEPUNGAN ASAP KARHUTLA
Tanggal : 10/09/2026, 09:03:54
-
SISWA IKUTI PRAMUKA RAIMUNA KE-XIII KOTA BANJARBARU 2026
Tanggal : 10/05/2026, 10:43:24
-
KEMENTAN: NTP SEPTEMBER 2026 TEMBUS 131,11
Tanggal : 10/05/2026, 07:45:58
-
SEKOLAH LAKSANAKAN TES VIERA BAGI SISWA KELAS XI 2026
Tanggal : 10/02/2026, 15:15:52