Berita
TINGKATKAN ILMU, GURU IKUTI PELATIHAN TOT
Tanggal : 12/10/2021, 15:28:50, dibaca 2957 kali.
Banjarbaru, - Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus mendorong petani dan pelaku usaha pertanian menerapkan Intergrated Farming Berbasis Closed Loop, sebagai ‘jembatan’ dengan pasar, sehingga suplai lebih maksimal, sedangkan produk maupun harga menjadi stabil. Kuncinya adalah sinergi dengan BUMN dan swasta.
Menurutnya, di Era Industri 4.0 dan Society 5.0 dikemukakan oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Kamis (9/12/2021) pada pembukaan Training Of Trainer (ToT) bertajuk Intergrated Farming Berbasis Closed Loop bagi widyaiswara dosen, guru, dan penyuluh pertanian yang akan berlangsung dua hari (9 -10/12/2021).
Mentan Syahrul menegaskan, pengembangan SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan berjiwa enterpreneur tinggi adalah kunci agar sektor pertanian jadi semakin baik.
Mentan menjelaskan, “Intinya ada di SDM. Dari SDM yang baik akan hadir tata kelola yang baik, dan adaptif sesuai tantangan zaman. Tidak ada lain, kecuali SDM pertanian harus kita cetak lebih banyak yang adaptif, memiliki inovasi yang kuat, dan mampu mengimplementasikan riset, teklogi dan sains,” kata Mentan Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan dengan menerapkan integrated farming berbasis closed loop, maka petani akan mendapatkan jaminan dari produknya.
“Petani akan mendapatkan sarana prasarana produksi pertanian dari subsistem hulu dari upstream kemudian di on farmnya juga tentu saja petani mendapatkan jaminanan pendampingan dari penyuluh, pemerintah daerah, dan juga dari kampus dan lembaga riset,” kata Dedi.
SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), tentunya ikut serta dalam Training Of Trainer (ToT) bertajuk Intergrated Farming Berbasis Closed Loop di atas.
Pelatihan ini adalah upaya dari Kementan dalam meningkatkan kapasitas, kemampuan dan pengetahuan bagi Tenaga Pendidiknya (Guru) di SMK-PP N Banjarbaru. Hal ini seperti dijelaskan oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) yang membidangi Bagian Kurikulum, Airin Nurmarita.
“Adanya pelatihan ToT bagi tenaga fungsional khusus seperti guru, dosen, widyaiswara dan penyuluh ini sangat penting karena pentingnya informasi dan wawasan bagi mereka tentang Integrated Farming khususnya kemitraan closed loop”, Terang Airin.
Airin menambahkan, “Bagi guru ini sangat penting agar informasi seperti ini dapat ditransfer ke siswa sebagai peserta didik, yang kemudian hari mereka akan menjadi pelaku agribisnis ataupun pebisnis dibidang pertanian”, Ujarnya.
Pelatihan ToT ini diikuti widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian ini, dihadiri secara luring oleh 60 orang, sekitar 10-40 orang di setiap UPT BPPSDMP yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air, dan sebagian besar diikuti secara daring.
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
Kembali ke Atas
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas





