Berita
KEMENTAN LATIH PETERNAK DI PANDIH BATU, PULPIS
Tanggal : 03/17/2022, 14:11:27, dibaca 3266 kali.
Pulang Pisau – Pembangunan Pertanian (Peternakan) kedepan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam rangka mengurangi kesenjangan dan memperluas kesempatan kerja serta mampu memanfaatkan semua peluang ekonomi yang sebagai dampak dari Globalisasi perdagangan.
Untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan sumberdaya manusia berkualitas dan handal dengan ciri mandiri Profesional, berjiwa wirausaha, mempunyai dedikasi atas kerja dan moral yang tinggi serta berwawasan global, sehingga Pelaku Usaha mampu mengembangkan usaha ternaknya yang berdaya saing.
Menindaklanjuti di atas, Kementan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) nya, SMK-PP Negeri Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh yang berorientasi pada regenerasi petani di Kalimantan Tengah.
Bimtek kali ini digelar selama 2 hari di wilayah Kec. Pandih Batu, Kab. Pulang Pisau, Prov. Kalimantan Tengah, lebih tepatnya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pangkoh, terhitung sejak, Selasa (8/3/2022).
Sebanyak 25 orang petani dan penyuluh ini diberi pelatihan tentang Pengolahan Pakan Ternak, yang kali ini diberikan oleh pemateri dari Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah, yaitu Teguh Wijono S.
Di kesempatan itu Koordinator BPP Maliku, Harijanti mengatakan, “Harapan saya dengan bimtek ini petani wilayah Pandih Batu lebih terampil dalam membuat pakan ternak dan kedepannya semoga aka nada bimtek lainnya lagi yang tentunya sangat dibutuhkan oleh para petani", Ujarnya saat pembukaan.
Salah satu peserta yaitu Misiran, sangat terbantu dari bimtek ini, “Saya sangat senang dan bangga sebagai peserta pelatihan bimtek desa mitra pembuatan Pakan ternak, dengan berlatih saya mengetahui tata cara membuat pakan, harapannya kedepan akan lebih banyak lagi pelatihan yang serupa” Terangnya.
Peserta lainnya Budi Harianto, dari Kelompok Tani sangat berkesan dengan pelatihan ini, “Senang ada pelatihan ini karena menambah wawasan kami tentang penangkaran itik terutama pembuatan pakan, bagaimana se ekonomis mungkin dengan sumber daya yang ada”, Terangnya.
Tidak lupa pemateri dari BPTP, Teguh Wijono S menanggapi Bimtek ini, “Saya sangat senang melihat antusias peserta bimtek yang sangat memperhatikan dan menyimak serangkaian bimtek ini dengan baik dan peserta sangat bersemangat karena mereka setelah bimtek harapannya mampu untuk menerapkan di masing-masing lokasi”, Terangnya.
Di tempat terpisah Kepala SMK-PP N Banjarbaru Budi Santoso menjelaskan, Bimtek ini merupakan kegiatan Desa Mitra, sebagai bentuk dukungan SMK-PP N Banjarbaru dalam mendukung kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian yang profesional dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi maupun sertifikasi profesi salah satunya untuk penyuluh.
"Pasalnya, penyuluh menjadi garda terdepan dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas yang berdaya saing guna mewujudkan pencapaian swasembada pangan dan penerapan teknologi pertanian yang modern," katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan ada 3 faktor yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, diantaranya penerapan inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, peraturan perundang-undangan dan peran SDM Pertanian.
“Dari 3 faktor tersebut ternyata peran SDM pertanian sangatlah besar yaitu sekitar 50% dalam memberikan kontribusi terhadap produktivitas pertanian, khusunya para praktisi pertanian dan petani milenial," ujar Dedi Nursyamsi.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kembali ke Atas
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas





