Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
-- Selamat Datang di Website Resmi SMK-PP Negeri Banjarbaru -- Jam Pelayanan Senin sd Kamis jam 08.00 sd 15.30 Wita (Istirahat: 12.30 sd 13.30), Jumat 08.00 sd 16.30 wita (Istirahat: 11.30 sd 14.00) -- Selamat Datang Siswa Baru SMK-PP Negeri Banjarbaru TP. 2025/2026 -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB TP. 2025/2026
Pelayanan Publik
PPID SMKPPN Banjarbaru
Perpustakaan SMKPPN BJB
Layanan & Perizinan
Dokumentasi & Informasi HukumPerpustakaan KementanPengaduan Bagi MasyarakatLayanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanPerizinan Kementan
Pelayanan Lainnya
Kalender
07 May 2026
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

KEMENTAN GELAR BIMTEK DI FE KAPUAS MURUNG, KAPUAS

Tanggal : 03/17/2022, 14:34:44, dibaca 2908 kali.

Kapuas, - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot peningkatan kapasitas dan kualitas SDM Pertanian, terutama petani milenial melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh yang dilakukan di sejumlah kabupaten di Indonesia.


Kegiatan Bimtek ini sejalan dengan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa meski pandemi covid-19, pertanian tidak boleh berhenti sekejap pun, peran penyuluh sangat penting untuk pertanian.


“Penyuluh harus mendampingi petani. Agar produksi pertanian dapat tetap terjaga. Karena, pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” katanya.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Dedi Nursyamsi mengutarakan hal serupa. “Penyuluh harus memberikan kemampuan dalam memberikan pendampingan dan pengawalan di lapangan. Mereka harus memastikan produksi tetap berlangsung,” katanya.


Sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, Dedi memaparkan, kinerja pertanian ditentukan oleh kerja petani, maka BPPSDMP berkewajiban memberi pelatihan dan mencetak tenaga terlatih untuk terus menggerakkan pertanian ke arah yang lebih maju, mandiri dan modern.


Kementan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) nya, SMK-PP Negeri Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh yang berorientasi pada regenerasi petani di wilayah Food Estate di Kalimantan Tengah.


Bimtek kali ini digelar selama 2 hari di wilayah Kec. Kapuas Murung, Kab. Kapuas, Prov. Kalimantan Tengah, terhitung sejak, Senin (7/3/2022). Terdapat 2 kelompok dan 2 lokasi pada bimtek kali ini diantaranya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapuas Murung, dan satunya di Laboratorium PHP Kapuas Murung.


Peserta dalam 1 kelompok terdiri dari 25 orang yang berasal dari Gapoktan, Ketua Kolompok Tani dan Para Petani serta penyuluh ini diberi pelatihan tentang Pengelolaan Lahan dan, yang kali ini pemateri adalah Khairil Anwar dan Muhammad Alwi dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra).


Mengawalai Bimtek ini, Slamet Riadi selaku ketua Bimtek dan Wakasek Humas dan Industri SMK-PP N Banjarbaru menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan kegiatan Desa Mitra, sebagai bentuk dukungan SMK-PP N Banjarbaru dalam mendukung kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah.


“Kami harap Penyuluh dan petani untuk tetap semangat mengikuti bimtek ini, dan diharapakan petani bisa mengajak anak-anak remaja untuk terjun kedunia pertanian atau bisa menjadi wirausahawaan di bidang pertanian”, Ujar Slamet Riadi.


Lanjut Slamet Riadi, “Karena tanpa ada pertanian kita tidak mungkin hidup, terutama padi jangan sampai tahun kedepanya malah kt makan beras sintesis jdi harapan dari kementerian pertanian untuk mengajak keluarga dan saudara untuk terjun kedunia  pertanian”, Tambahnya.


Koordinator BPP Kapuas Murung, Purwadi, Mengungkapkan, “Kami sangat berterimah kasih adanya Bimtek ini, harapan kami para peserta penyuluh dan petani antusias mengikuti kegiatan bimtek, dan diharapkan para petani yang punya lahan, jangan langsung dijual karena kedepannya pasti dapat menghasilkan itupun daerahnya lahan rawa tetapi kita yakin pasti bisa menghasilkan apalagi dengan materi pengelolaan lahan dan Air”, Ungkapnya.


Ke-50 peserta kali ini diberikan materi diantaranya berupa tata cara pengelolaan Lahan dan Air, Ameliorasi dan pemupukan, dan menciptakan hasil panen yang berkualitas baik.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas