Berita
PETERNAK TAMBAH CATUR, KAPUAS DAPATKAN PELATIHAN KEMENTAN
Tanggal : 03/24/2022, 06:58:58, dibaca 3167 kali.
Kapuas, - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot peningkatan kapasitas dan kualitas SDM Pertanian, terutama petani milenial melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh yang dilakukan di sejumlah kabupaten di Indonesia.
Lanjutan Bimtek di wilayah Food Estate Kalimantan Tengah ini digelar selama 2 hari di wilayah Kec. Tamban Catur, Kab. Kapuas, Prov. Kalimantan Tengah, terhitung sejak, Jumat (18/3/2022). Terdapat 2 kelompok dan 2 lokasi pada bimtek kali ini diantaranya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tamban Catur, dan satunya di Balai Desa Tamban Catur.
Pelaksanaan Bimtek diikuti peserta 25 orang, yang berasal dari Gapoktan, Ketua Kolompok Tani dan Para Petani serta penyuluh ini diberi pelatihan baik teori dan praktek tentang “Pembuatan Pakan Ternak”.
Pemateri kali ini mengundang Teguh Wijono seorang Praktisi dan Pakar bidang peternakan yang berasal dari Pensiunan BPTU-HPT Pelaihari, Kalimantan Selatan. Dimana memberikan materi tentang Motivasi Kelompok, Dinamika Kelompok, Praktik Manajemen Pemeliharaan, Teori dan Praktik Pembuatan Pakan Ternak.
Pada kesempatan itu Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, memaparkan, “Kementan melalui Bimtek ini mengajak para petani milenial untuk mengembangkan usaha ternak yang sudah dibantu oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas untuk betul betul memperhatikan materi yang akan disampaikan melalui Narasumber tentang pembuatan Pakan Ternak Itik dan Ayam”, Paparnya saat pembukaan.
Di Kesempatan itu Koordinator BPP Tamban Catur, Sugiyono, Mengatakan, “Melalui pelatihan ini tentunya sangat memberikan manfaat berupa pengatahuan dan keterampilan baru berupa pembuatan pakan ternak. Harapannya melalui pelatihan ini para peserta dapat melakukan produksi pakan ternak sendiri”, Ujarnya.
Selain itu peserta Bimtek ini yaitu Ahmad Daud Maulana mengatakan, “Sebagai Pembudidaya Itik, pakan ternak masih menjadi permasalahan baik dari ketersediaan pakan, harga pakan yang cukup tinggi serta distribusi pakan. Beruntungnya dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan kompetensi kita dalam pembuatan pakan ternak, semoga ke depannya saya dan peserta lainnya dapat melakukan produksi pakan sendiri”, Kata peternak ini.
Lanjut peserta lainnya, Muhaimin Mahmud, “Sebagai peternak ayam, biasanya saya hanya mengandalkan pakan pabrik, tentunya biaya kebutuhan pakan sangat tinggi. Melalui pelatihan ini semoga ke depannya bisa melakukan produksi Pakan ternak sendiri”, Ujar peternak itik ini.
Bimtek ini sejalan dengan yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa meski pandemi covid-19, pertanian tidak boleh berhenti sekejap pun, peran penyuluh sangat penting untuk pertanian.
“Penyuluh harus mendampingi petani. Agar produksi pertanian dapat tetap terjaga. Karena, pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Dedi Nursyamsi mengutarakan hal serupa. “Penyuluh harus memberikan kemampuan dalam memberikan pendampingan dan pengawalan di lapangan. Mereka harus memastikan produksi tetap berlangsung,” katanya.
Sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, Dedi memaparkan, kinerja pertanian ditentukan oleh kerja petani, maka BPPSDMP berkewajiban memberi pelatihan dan mencetak tenaga terlatih untuk terus menggerakkan pertanian ke arah yang lebih maju, mandiri dan modern.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) nya, SMK-PP Negeri Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh yang berorientasi pada regenerasi petani di wilayah Food Estate di Kalimantan Tengah.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kembali ke Atas
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas





