Berita
KEMENTAN ADAKAN PEMAGANGAN BAGI PETANI MILENIAL DI PT SISKA
Tanggal : 07/15/2022, 14:31:34, dibaca 2781 kali.
Banjarbaru – Guna mempertajam pengetahuan dan keahlian para petani milenial yang sudah terdaftar sebagai Calon Penerima Manfaat (CPM) pada program YESS, Sekolah Menengah Kejuruan - Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Projects Provincial Implementation Unit (PPIU) Kalsel mengirimkan sebanyak 30 orang CPM untuk mengikuti program pemagangan bersertifikat di PT. SISKA (Simbiosis Karya Agroindustri) pada kamis (14/07).
Penerima Manfaat dari Program Yess yang dikirimkan berasal dari 3 Kabupaten pelaksana program YESS di Kalimantan Selatan, yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu.
Dipaparkan Akhhmad Darmadi, Salah satu perserta magang asal Kabupaten Tanah Laut mengungkapkan adanya pemagangan dari program YESS ini sangat bermanfaat. Ini dikarenakan dapat menambah pengalaman dan keterampilan dalam beternak.
Lanjut Akhmad Darmadi, Mukhsin salah satu peserta asal Kabupaten Tanah Bumbu memiliki motivasi berbeda dalam mengikuti pemagangan ini.
"Saya memang sangat menyukai bidang peternakan, dan dengan adanya pemagangan ini, saya jadi memiliki peluang bekerja atau direkrut jika selama pelaksanaan magang dinilai dengan baik, terlebih ketika nanti hasil asesmen dinyatakan kompeten." Kata Mukhsin.
Hadir dalam pengantaran, kepala SMK-PPN Banjarbaru, Budi Santoso berpesan kepada peserta magang agar dapat menjalankan magang dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan keluarga dengan keterampilan yang dimiliki. Secara terjadwal, pemagangan ini dilaksanakan sejak 11 Juli 2022 hingga 11 September 2022 mendatang.
Perlu diketahui bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) kian serius mewujudkan regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian. Bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Kementan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). Tak kurang dari 55,3 juta dollar AS digelontorkan IFAD untuk program selama 6 tahun program berjalan (2019-2025).
Mentan Syahrul mengingatkan, pengelolaan pertanian harus dilakukan secara baik dan mengutamakan kepentingan rakyat. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19, sektor pertanian terbukti mampu menopang basis ekonomi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, senada dengan hal tersebut. Ia berharap melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.
Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kembali ke Atas
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas





