Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
-- Selamat Datang di Website Resmi SMK-PP Negeri Banjarbaru -- Jam Pelayanan Senin sd Kamis jam 08.00 sd 15.30 Wita (Istirahat: 12.30 sd 13.30), Jumat 08.00 sd 16.30 wita (Istirahat: 11.30 sd 14.00) -- Selamat Datang Siswa Baru SMK-PP Negeri Banjarbaru TP. 2025/2026 -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB TP. 2025/2026
Pelayanan Publik
PPID SMKPPN Banjarbaru
Perpustakaan SMKPPN BJB
Layanan & Perizinan
Dokumentasi & Informasi HukumPerpustakaan KementanPengaduan Bagi MasyarakatLayanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanPerizinan Kementan
Pelayanan Lainnya
Kalender
06 May 2026
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

SEMANGAT SISWA BUDIDAYA TERONG DI WAKTU LFH

Tanggal : 05/05/2020, 14:03:48, dibaca 3673 kali.

Banjarbaru, - Program dari Kementerian Pertanian. Melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), memberikan perhatian besar kepada pengembangan petani milenial dengan harapan dapat mempercepat regenerasi petani. Sebab anak muda yang mau terjun di bidang pertanian biasa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebh baik.


Mendukung pernyataan Mentan, Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa dalam menghadapi situasi di tengah wabah COVID-19 ini, ia menegaskan pertanian merupakan garda terdepan pencegahan infeksi Covid-19, karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.


Salah satunya adalah Abdul Halid Setia Budi,yang nerupakan generasi muda pertanian yang tercatat sebagai siswa kelas XI Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura di SMK-PP Negeri Banjarbaru tetap semangat bertani di tengah kondisi wabah sekarang ini.


Dalam kondisi wabah covid-19 ini proses pembelajaran Abdul Halid pun dilakukan secara Learning From Home (LFH), namun demikian Halid tetap giat memelihara dan memanen tanaman terong yang dia kelola di tanah milik orangtuanya.


Saat ditanyai melalui Whatsapp (4/5), Abdul Halid berhasil membudidayakan dan panen komoditas terong ini bersama orang tuanya. Menurut Halid biasanya sekali panen mendapatkan 500kg, yang biasanya dilakukan 2 kali dalam 1 minggu sehingga dalam 1 minggu hasil panennya 1 ton.


Melalui keterangan yang disampaikannya jumlah tanaman kurang lebih 4000 pohon, harga perkilonya Rp.4.000 dikebun jadi dalam 1 minggu omset yg didapat Rp. 4.000.000 yang kemudian di ambil oleh pedagang langganan yang di jual pasar Landasan Ulin Banjarbaru.


Melalui kegiatan itu Abdul Halid berharap kegiatan ini di contoh yang lainnya, “Kegiatan ini semoga memberikan motivasi kepada anak muda dan masyarakat yang ada disekitar tempat tinggal saya dan  segera membuka lahanya yang belum diolah agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk ditanami tanaman  yang cocok untuk ditanam di area tersebut”, Ungkapnya.


Abdul Halid sangat Optimis, meski wabah Covid-19 tengah melanda, generasi  milenial tak akan hilang akal tetap bisa beraktivitas untuk kontribusi positif sebagai pengembangan pembangunan pertanian di Indonesia.(wd)


Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru


 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas