Berita
KERJASAMA DPR-RI & KEMENTAN DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS PETANI DI KOBAR
Tanggal : 03/01/2021, 07:33:25, dibaca 3161 kali.
Kotawaringin Barat, - Kembali lagi SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian kembali melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh di wilayah Kalimantan Tengah untuk ke empat kalinya di 2021 ini, tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Sabtu (27/2/2021).
Kali ini bimtek di gelar di Aula Kecamatan Arut Selatan (Pangkalan Bun), Kabupaten Kotawaringin Barat. Hadir peserta berjumlah 55 orang yang terdiri dari Penyuluh, Petani, petani milenial, Poktan, Gapoktan, dan Penyuluh.
Peserta mendapatkan materi antara lain tentang Ternak Unggul oleh Isti Damayanti dari Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Pelaihari Kalimantan Selatan, Aplikasi Penggunaan Pestisida Kimia oleh Astri Anto dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah.
Lanjut, Integrasi Sapi Sawit Strategi Peningkatan Pendapatan Petani oleh Umming Sente dari Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah, dan terakhir Optimalisasi Pemanfaatan dan Teknologi Peternakan dan Kelembagaan Kelompok Tani oleh Sutaryo.
Selain itu peserta diberikan sambutan dan Kebijakan Pemerintah dari Anggota DPR RI Dari Komisi IV Bambang Purwanto, Kepala Dinas Pertanian Kota Waringin Barat, dan Koordinator BPP Arut Selatan dan Kepala SMK-PP N Banjarbaru.
Budi Santoso, Kepala SMK-PP N Banjarbaru memaparkan, "Tujuan bimtek untuk meningkat kemampuan dan kapasitas dan juga transfer teknologi kepada petani dan penyuluh sehingga dapat bekerja secara profesional, mandiri, mampu bersaing dan berwawasan global", Paparnya.
Digelarnya bimtek ini merupakan upaya dari Kementan dan Komisi IV DPR-RI dalam meningkatkan Kapasitas bagi Petani dan Penyuluh Pertanian sebagai agen perubahan peradaban pertanian dan peningkatan produktivitas pertanian.
Dijelaskan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, sangat menaruh perhatian terhadap penyuluh, peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia khususnya melalui Kostratani, "Penyuluh sebagai agen perubahan sektor pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh," kata Dedi Nursyamsi.
Selain itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan pentingnya pemanfaatan kostratani sebagai garda terdepan penyuluh di kecamatan. Menurutnya, “Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional diperlukan SDM yang berkualitas, terutama kualitas petani dan penyuluh sebagai garda terdepan.”, tuturnya.(wd)
Tim Humas SMKPP Negeri Banjarbaru
Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kembali ke Atas
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas





