Berita
GELAR WORKSHOP MODEL BISNIS PERTANIAN DI TANAH BUMBU
Tanggal : 05/03/2021, 12:49:54, dibaca 3235 kali.
Tanah Bumbu, - Setelah sehari sebelumnya melaksankan kegiatan Bussines Motivation Pathway (BMP), tim SMK PP Negeri Banjarbaru, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan melanjutkan kegiatan Program Yess lainnya yaitu, Workshop Model Bisnis Pertanian di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Jumat (30/4/2021).
Kegiatan lanjutan dari Program Yess di Kab. Tanah Bumbu ini digelar di Hotel Ebony, Batulicin. Dimana kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dengan mengadirkan 3 narasumber. 3 narasumber tersebut merupakan praktisi di bidang pertanian dan peternakan.
M. ALi Usman selaku Liaison Officer (LO) Program Yess untuk wilayah Tanah Bumbu menjelaskan, “Kegiatan ini merupakan upaya pengembangan wirausahawan muda pedesaan yang merupakan komponen 2 dalam kegiatan Program YESS di kabupaten Tanah Bumbu, Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan model usaha secara terperinci yang sesuai untuk dikembangkan di Kab. Tanah Bumbu dalam rangka membantu para pemuda dalam menentukan model usaha”, Terangnya.
Kali ini peserta berjumlah 30 peserta berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Tanah Bumbu, Dinas Pertanian Tanah Bumbu, HIPMI Tanah Bumbu, Perwakilan dari BDSP Bidang Tanaman Pangan, dan CPCL. Selain mendapatkan materi dari narasumber, mereka juga pemaparan materi dan diskusi dengan judul “Produk atau Komoditas Unggulan Daerah Kab. Tanah Bumbu” oleh Sri Rahayu, selaku Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kabupaten Tanah Bumbu.
Selanjutnya peserta diberikan materi tentang “Model Bisnis Pemasaran Beras BUMDES Ar-Rahman Desa Sepunggur Batulicin” oleh Marwansyah Kepala BUMDES Ar-Rahman. Lalu, kegiatan dilanjutkan lagi dengan Bedah Business Model Canvas (BMC) dan Workshop Desain Model.
Program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) merupakan program bagi generasi milenial, seperti dijelaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, “Saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Dan meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda”, Ujarnya.
Selain itu Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.
Lanjut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menjelaskan, “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” Tambahnya. (wd)
Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru
Kembali ke Atas
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas





