Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
-- Selamat Datang di Website Resmi SMK-PP Negeri Banjarbaru -- Jam Pelayanan Senin sd Kamis jam 08.00 sd 15.30 Wita (Istirahat: 12.30 sd 13.30), Jumat 08.00 sd 16.30 wita (Istirahat: 11.30 sd 14.00) -- Selamat Datang Siswa Baru SMK-PP Negeri Banjarbaru TP. 2025/2026 -

Pencarian
Waktu saat ini
Pelayanan
PPDB TP. 2025/2026
Pelayanan Publik
PPID SMKPPN Banjarbaru
Perpustakaan SMKPPN BJB
Layanan & Perizinan
Dokumentasi & Informasi HukumPerpustakaan KementanPengaduan Bagi MasyarakatLayanan Aspirasi & PengaduaanE-Publikasi KementanPerizinan Kementan
Pelayanan Lainnya
Kalender
07 May 2026
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

KEMENTAN SIAP TINGKATKAN ILMU PETANI MILENIAL

Tanggal : 08/24/2021, 13:13:53, dibaca 3026 kali.

BANTEN – Kementerian Pertanian terus berupaya maksimal dalam menggenjot kemampuan dan pengetahuan petani milenial jelang pelatihan kewirausahaan, karena pengembangan pertanian mutlak dilakukan, agar pertanian semakin Maju, Mandiri dan Modern.


Upaya tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Hal tersebut disampaikan dalam Koordinasi Teknis Persiapan Pelatihan Kewirausahaan Bagi DPM dan DPA, di Hotel Santika BSD City, Serpong, Banten, Jumat (20/8/2021).


Menurutnya, petani harus jeli mengembangkan sektor usahanya agar mendapatkan hasil maksimal, “Oleh karena itu, materi pelatihan yang disampaikan terkait dengan bisnis kewirausahaan, bagaimana melihat peluang bisnis, bagaimana menggerakkan suatu perusahaan agar betul-betul efesien dari segi biaya, tapi efektif untuk mendongkrak produktivitas, mendongkrak produksi utamanya di sektor pertanian,” katanya.


Penekanan itu sesuai arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, peningkatan pengetahuan dan kemampuan sangat penting, “Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan petani-petani milenial. Untuk itu, kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas mereka,” katanya.


Selain itu Kepala BPPSDMP Kementan ini mengatakan jika petani milenial harus dan akan diberikan materi seputar permodalan.


“Ada juga materi terkait dengan bagaimana caranya anak anak kita ini bisa mendapatkan KUR. Berarti harus mampu membuat proposal yang bisa disetujui oleh bank untuk mendapatkan KUR. Ingat, KUR itu adalah kredit usaha rakyat, bunganya rendah artinya apa, di situ ada subsidi pemerintah, bunganya hanya enam persen,” katanya.


Dijelaskan Dedi, dibandingkan dengan bunga komersial 9% sampai 13%, bunga KUR jauh lebih rendah. Hal itu dimungkinkan karena ada subsidi sekitar 5-7 persen.


“Oleh karena itu, KUR harus di manfaatkan secara maksimal untuk membangun pertanian indonesia.dan untuk membangun perusahan petani milenial Indonesia,” tutup Dedi.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
Sumber Humas BPPSDMP Kementan



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas