- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMKPP N BANJARBARU -- SMK-PP N BANJARBARU TETAP BUKA PELAYANAN TERBATAS, SENIN SD JUMAT (08.00 SD 15.00) -- SELAMAT HUT REPUBLIK INDONESIA KE-76 (17 Agustus 1945 -2021) -- Selamat Hari Aksara Internasional (8 September 2021) -- Selamat Hari Olahraga Nasional (9 September 2021) --

KEMENTAN MOU DENGAN MITRA USAHA DAN PERBANKAN

Tanggal : 09/10/2021, 10:19:08, dibaca 52 kali.

Jawa Barat - Melalui Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA) telah Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak untuk mencetak petani muda. Penumbuhan petani milenial harus terus didorong secara masif dengan mengoptimalkan peran mereka untuk memacu sektor pertanian semakin melesat hebat.


Seperti dijelaskan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penguatan peran petani milenial di seluruh Indonesia dimaksudkan untuk mengkoordinasikan informasi dan program-program pembangunan di setiap kabupaten dengan cepat.


"Petani milenial berperan penting dalam mendorong  pengembangan jejaring usaha di wilayahnya. Saat ini telah terdata lebih dari 2.000 petani milenial yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia," kata Mentan SYL pada acara 'Dukungan Kementerian Pertanian Bagi Petani Milenial' Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis(9/9/2021).


SYL mengharapkan dengan dukungan penuh lembaganya dan penandatanganan kerja sama antara petani milenial dengan mitra usaha dan perbankan akan mempercepat resonansi dan penguatan petani milenial, serta mendorong regenerasi petani milenial yang adaptif terhadap teknologi, mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian yang terstandarisasi, modern, dan marketable.


Lanjut Mentan kedepannya petani milenial saat ini tidak hanya berproduksi di ladang dan menghasilkan varietas baru tetapi juga sudah mampu melakukan pemasaran produk dengan baik serta mempersiapkan market yang terkoneksi secara digital bahkan menembus pasar ekspor.


Selain itu Mentan berharap 71 persen petani tua di Indonesia kedepan secara perlahan bisa diorientasikan sehingga petani muda yang saat ini berjumlah 20 persen dapat semakin bertamabah besar, “ Dalam 5 tahun kita akan mencetak 2,5 juta petani milenial. Salah satu caranya  dengan melakukan Pelatihan Wirausaha Pertanian bagi petani milenial yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani, terutama dalam melakukan pengembangan usaha melalui akses KUR dari perbankan, serta optimalisasi kegiatan agribisnis," tutur Mentan SYL.


Mentan mengapresiasi secara khusus Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) atas dukungan terhadap penumbuhan kewirausahaan untuk petani milenial dengan peningkatan kapasitas, baik dalam bentuk pelatihan maupun pendidikan vokasi.


Mentan mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang dalam kesempatan ini memberikan bantuan bibit ubi jalar varietas lokal rancing 10.000 stek dan pupuk untuk P4S Bumi Mazarie, bantuan untuk Kabupaten Cianjur berupa benih kedelai senilai Rp15.879.250.000,00, kacang tanah senilai Rp113.100.000,00, kacang hijau senilai Rp82.312.500,00, ubi kayu senilai Rp336.000.000,00.


Juga kepada Direktur Jenderal Hortikultura yang memberikan bantuan kawasan aneka cabai, bawang merah, pisang, kawasan tanaman obat, fasilitas pascapanen dan pengolahan cabai dan bawang merah, fasilitas pascapanen dan pengolahan hortikultura lainnya, prasarana pascapanen produk hortikultura senilai Rp2.851.663.000,00 serta fasilitasi KUR dari Bank BRI, BNI, Mandiri dan Jasindo dan bank yang lainnya pada tahun 2021 di Kabupaten Cianjur yang telah digelontorkan Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) sebesar Rp131.837.020.000,00.


Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, dalam sektor pertanian, peluang keterlibatan generasi muda sangat besar mengingat Indonesia mengalami bonus demografi yang dicirikan dengan dominannya jumlah penduduk usia produktif.


"Generasi milenial tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga memiliki kreativitas dalam segala aspek kehidupan," ujar Dedi. Oleh karena itu, generasi milenial diharapkan dapat menciptakan peluang baru bisnis pertanian seiring dengan kebutuhan di masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir.


Untuk menggaet bonus demografi generasi milenial, Kementan telah mengukuhkan 2.000 DPM/DPA yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia untuk meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian.


DPM dan DPA memiliki bidang usaha yang sangat bervariasi seperti budidaya hortikultura, budidaya tanaman pangan, budidaya ternak, pengolahan hasil pertanian/ peternakan/perkebunan, jasa alat mesin pertanian hingga agro-eduwisata. "Keberhasilan usaha dari DPM dan DPA diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi milenial untuk terjun berusaha di bidang pertanian dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian," harap Dedi.


Menurut Dedi, upaya penguatan kapasitas DPM/DPA dan petani milenial terus dilakukan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan hardskill maupun softskill petani milenial yang dilaksanakan oleh BPPSDMP.


Selain itu, dalam rangka melakukan regenerasi, Dedi menerangkan pihaknya juga mengintensifkan program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services YESS di Cianjur. Dedi menilai saat ini pertanian sangat terbuka untuk semua usia. "Semakin muda semakin kuat, semakin enerjik, semakin kritis, makin apik kerjanya," tutur Dedi.


Ia melanjutkan, pertanian dengan semangat baru harus diluncurkan. Seperti membangun perilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian. "Bicara regenerasi petani program YESS-lah solusinya, bicara pertanian generasi mudalah jawabannya," tegas Dedi.


Tentunya SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai UPT Kementan yang di komandani oleh Kepala Sekolah, Budi Santoso selalu siap melaksanakan dan mendukung segala program yang di canangkan oleh Kementerian Pertanian RI.


Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru
Sumber Humas BPPSDMP Kementan



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas