Tanggal : 01/05/2026, 07:00:57, dibaca 230 kali.
SISTEM TATA KELOLA AIR & PENGENDALIAN OPT DUKUNG KETAHANAN PANGAN

BANJARBARU – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengintensifkan berbagai upaya untuk mencapai target swasembada pangan nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak termasuk sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya petani.
"Kita harus bekerja keras dan berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, karena ini merupakan kunci ketahanan pangan nasional," ujar Amran dalam berbagai kesempatan.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementan adalah membentuk Program Brigade Pangan, yang bertujuan mempercepat swasembada pangan melalui optimalisasi sumber daya lokal dan dukungan teknologi pertanian modern.
Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan, “Brigade Pangan bertujuan mengajak generasi muda turut berperan dalam mewujudkan swasembada pangan dengan mengelola lahan secara optimal dan mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi modern. Brigade Pangan bertujuan untuk menumbuhkan petani milenial, memberdayakan petani secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraannya.”, terang Arsanti.
Mendukung Upaya tersebut, Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 1 Tahun 2026 dengan Tema: “Strategi Sistem Tata Kelola Air dan Pengendalian OPT untuk Mendukung Ketahanan Pangan". Kegiatan MAF kali ini dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, Sabtu, (03/01/2026).
Hadir di MAF awal 2026 ini, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, berharap “Mari kita buka lembaran baru di tahun baru ini dengan terobosan-terobosan baru untuk pertanian yang lebih baik kedepannya. Melalui MAF ini, semoga senantiasa bisa memberikan penguatan dan motivasi”, Ujarnya.
“Adanya dinamika perubahan iklim akan berdampak pada produktivitas kerja kita, perlu ada Langkah strategis mitigasi perubahan-perubahan di sektor pertanian untuk memcapai swasembada pangan. Peran para pemuda sangat penting di sektor pertanian ini terutama dalam brigade pangan. Pemerintah sudah memberikan seluruh sarana dan prasarana, maka dari itu kita harus menggunakannya dengan baik secara berkelanjutan”, Tambahnya.
“Peran pertanian modern sangat penting bagi sektor pertanian, saya harap kita harus terus mengoptimalkan SDM pertanian, salah satunya melalui kegiatan ini. Jadi saya harap Brigade Pangan ini semakin baik melalui percepatan tanam dan berjalan dengan maksimal dan mendapatkan hasil memuaskan, tentunya mencapai outputnya yaitu mencapai swasembada pangan" jelas Kapusdiktan”, Pungkas Amin.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni di kesempatan ini menyampaikan, “Melalui semangat baru tahun 2006 untuk menjadikan pertanian sebagai pondasi bangsa dalam mewujudkan swasembada pangan, dan tentunya ketahanan pangan nasional. Melalui tema kali Ini tentunya sangat relevan dengan kondisi dan kegiatan pertanian kita, dalam tentunya bagaimana menghadapi musim hujan dan pengendalian OPT untuk kegiatan pertanaman”, Ujarnya.
“Semua peserta yang berbahagia kami sangat mengharapkan kegiatan kita pada pagi hari ini dapat berjalan lancar dan efektif. Mohon nanti kita dapat menyimak dan mendengarkan materi dari para narasumber. Kita dapat berdiskusi, bertukar gagasan dan mengambil manfaat dari pengalaman para narasumber yang luar biasa nanti, seolah akan disampaikan dari 3 narasumber kita”, Pungks Yudi.
MAF kali ini terdapat 3 pemateri, yaitu Reliyanto (Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Kalimantan Tengah), Aditya Rahmat Mulyadi (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman, Kab Pulang Pisau, Kalimantan Tengah), dan Sugito (Manager BP Milenial Karya Baru, Kab Pulang Pisau, Kalimantan Tengah).
MAF yang diikuti sampai 1000 peserta inii diawali materi oleh Reliyanto dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Kalimantan Tengah, yang kali ini menyampaikan terkait dukungan balai wilayah sungai kalimantan II terhadap pengelolaan air yaitu: Strategi Sistem Tata Kelola Air untuk Mendukung Ketahanan Pangan.
MAF kemudian dilanjutkan pemateri oleh Aditya Rahmat Mulyadi seorang Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan HortikulturaDinas , Kalimantan Tengah. Ia menyampaikan materi terkait Strategi Pengendalian OPT: Menjaga Kedaulatan Pangan di Tangan Generasi Muda
Terakhir materi dari Sugito selaku Manager Brigade Pangan Milenial Karya Baru, Kab Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Ia menyampaikan materi terkait Strategi Sistem Tata Kelola Air Dan Pengendalian Opt Untuk Mendukung Ketahanan Pangan.
Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru
- Berita Lainnya
-
BELAJAR HUKUM, SEKOLAH GELAR JAKSA MASUK SEKOLAH
Tanggal : 01/23/2026, 13:51:53
-
SOSIALISASI & REKRUITMENPT. BKB BAGI SISWA XII
Tanggal : 01/21/2026, 13:44:39
-
PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH OLEH DISDIKBUD KALSEL
Tanggal : 01/20/2026, 14:29:59
-
SEKOLAH GELAR PENGAJIAN PERINGATAN ISRA MIRAJ
Tanggal : 01/19/2026, 15:08:22
-
PENYULUHAN KAMTIBMAS OLEH POLDA KALSEL
Tanggal : 01/19/2026, 14:04:15