Tanggal : 12/20/2021, 14:40:13, dibaca 3322 kali.

TAHUN 2021, 5.311 PEMUDA KALSEL TERDAFTAR DI PROGRAM YESS


Banjarbaru, - Kementerian Pertanian melalui Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalsel yang juga UPT nya yaitu SMK-PP Negeri Banjarbaru bekerjasama dengan Pemerintah Kalsel saling bersinergi dalam menyukseskan program YESS di 3 kabupaten yaitu : Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Maka, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanianj Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat hingga September 2021 ada 5.311 pemuda di wilayah ini yang disiapkan untuk menjadi petani milenial.

Melalui program Youth Entrepreneurship and Employement Support Services (YESS) para pemuda di 3 kabupaten yakni Banjar, Tanah Lauat dan Tanah Bumbu ini dibentuk untuk menjadi wirausaha di bidang pertanian.

“Dari jumlah tersebut, 1.496 berasal dari kabupaten Tanah Laut, kemudian 2.739 kabupaten Banjar dan sianya 1.076 Tanah Bumbu. Sementara itu, 28,22 persennya adalah perempuan atau 1.499 orang dan 3.812 laki-laki atau 71,78 %,” jelas Kepala Sekolah SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, Budi Santoso.

Menurutnya, program YESS ini sendiri merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) RI dengan International Fund For Agricultural Developmen (IFAD) sebagai upaya menghasilkan wirausaha muda perdesaan di bidang pertanian dan tenaga kerja yang kompeten.

Mereka, ujar Budi akan mendapatkan pelatihan berbagai skil dan kemampuan yang tidak hanya bidang pertanian tetapi juga manajeman usaha, strategi pemasaran hingga pengelolaan keuangan.

“Fasilitasi permodalan, kemitraan dengan stakeholder, penempatan pemagangan, mentoring penguatan UMKM, fintech (financial tecnologi) sampai agritech akan mereka dapat di program YESS ini,” paparnya.

Bukan itu saja, para petani milenial ini juga telah mengikuti workshop motivasi Bisnis, pelatihan start up, pelatihan peningkatan proposal bisnis dan literasi keuangan dasar.

“Harapannya mereka memiliki keterampilan, kesiapan kerja untuk memanfaatkan lapangan bisnis, pasar dan UKM sektor pertanian,” tambah Budi.

Dikatakannya, program YESS ini merupakan program jangka panjang dimulai sejak 2019 sampai 2025 sehingga memang perlu disiapkan sebaik-baiknya. Terlebih lagi, katanya Kalsel menjadi satu-satu di Kalimantan yang mendapatkan program ini di samping provinsi lain yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

“Kemampuan produksi padi Kalsel terbilang paling besar, jika dibandingkan dengan Provinsi lainnya yang ada di Pulau Kalimantan. Dan sektor pertanian merupakan lapangan usaha penyumbang PDRB terbesar setelah pertambangan mungkin ini yang menjadi alasan KementanRI memilih Kalsel menjalankan program ini,”ujarnya.

Ditambahkan Budi, program YESS ini juga sejalan dengan visi dan misi provinsi Kalsel dimana peningkatan ekonomi melalui transformasi struktur ekonomi dari komoditas bahan mentah industri turunannya (hilirisasi) dan sektor-sektor produktif lainnya.

Dirinya berharap terciptanya ribuan petani milenial ini dapat menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk terjun di sektor pertanian, Mengingat di Kalsel Selama kurun tahun 2004-2012, pertumbuhan tenaga kerja di sektor pertanian termasuk paling lambat dibandingkan dengan kemampuan sektor lain dalam menyerap tenaga kerja.

Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru